<iframe src="http://www.stafaband.info/embed-36647.html" width=100% height=70 scrolling="no" frameborder=0></iframe>
Minggu, 08 Juli 2012
Rabu, 30 Mei 2012
CONTOH SELEKSI ALAM DISEKITAR KITA
KEKELIRUAN TENTANG SELEKSI ALAM
Seleksi alam, yang dikemukakan Darwin sebagai mekanisme
evolusi, ternyata tidak berkemampuan mendorong terjadinya evolusi. Seleksi
alam tidak dapat membentuk spesies baru.
Sebagaimana kemustahilan munculnya kehidupan di muka bumi
secara kebetulan, adalah tidak mungkin bagi spesies makhluk hidup untuk
merubah diri mereka sendiri menjadi spesies lain. Sebab, tidak ada kekuatan
yang mampu mendorong terjadinya peristiwa seperti ini di alam. Apa yang
kita sebut alam adalah kumpulan dari atom-atom yang tidak memiliki kesadaran
dan akal yang menyusun tanah, bebatuan, udara, air dan segala sesuatu
yang lain. Tumpukan benda mati ini tidak memiliki kekuatan untuk merubah
makhluk tak bertulang belakang (invertebrata) menjadi seekor ikan, kemudian
menjadikannya naik ke darat dan berubah menjadi seekor reptil, dan kemudian
merubahnya menjadi seekor burung dan menjadikannya mampu terbang, dan
akhirnya menjadikannya seorang manusia.
Darwin mengemukakan sebuah gagasan sebagai "mekanisme evolusi":
Seleksi Alam. Seleksi Alam membahas seputar gagasan bahwa makhluk hidup
paling kuat yang paling mampu menyesuaikan diri dengan tempat hidup mereka
akan tetap hidup. Misalnya, dalam sekelompok rusa yang dimangsa oleh binatang
buas, rusa yang mampu lari lebih cepat akan bertahan hidup. Tetapi, tentu
saja mekanisme seperti ini tidak akan menyebabkan rusa berevolusi - ini
tidak akan merubah mereka menjadi spesies lain seperti gajah, misalnya.
| Sebelum Revolusi industri |
Setelah Revolusi industri |
KISAH
MELANISME INDUSTRI
Ngengat berwarna gelap dan terang,
keduanya telah ada sebelum dan sesudah revolusi industri. Spesies
ngengat baru tidak muncul.
|
|
Para evolusionis seringkali mengutip "Ngengat Revolusi Industri" pada abad ke-18 di Inggris sebagai "contoh nyata evolusi melalui seleksi alam". Menurut kisahnya, di sekitar permulaan Revolusi Industri di Inggris, warna kulit batang pohon di sekitar kota Manchester sangatlah terang. Karenanya, ngengat berwarna gelap yang hinggap pada pohon-pohon tersebut mudah terlihat sehingga mudah menjadi mangsa bagi burung-burung dan, akibatnya, jumlahnya menjadi berkurang. Namun, ketika kulit batang pohon menjadi gelap akibat polusi yang disebabkan oleh revolusi industri, kini ngengat berwarna terang menjadi yang paling diburu dan jumlah populasi ngengat berwarna gelap meningkat. Ini bukanlah contoh "evolusi", sebab seleksi alam tidak memunculkan suatu spesies baru yang sebelumnya tidak pernah ada di alam. Ngengat berwarna gelap telah ada sebelum revolusi industri. Di sini, kita dapat melihat ngengat-ngengat yang dikoleksi oleh seorang kolektor sebelum dan sesudah revolusi industri. Yang terjadi hanyalah perubahan jumlah populasi spesies-spesies ngengat yang telah ada. Ngengat tidak mendapatkan organ atau ciri fisik baru yang mengarah pada suatu "perubahan dalam spesies mereka". |
| |
PENGARUH LAMARCK
Ketika Darwin mengusulkan "seleksi alam menyebabkan
spesies berevolusi", ia sebenarnya terilhami hipotesis Lamarck
tentang "penurunan sifat dapatan". Menurut Lamarck, leher jerapah
memanjang saat mencoba mencapai cabang pohon yang lebih tinggi
untuk mendapatkan makanan. Akan tetapi, di abad ke-20 diketahui
bahwa Lamarckisme adalah pemikiran yang keliru.
|
Tidak ada secuil pun bukti pengamatan yang menunjukkan seleksi
alam pernah menyebabkan makhluk hidup mana pun untuk berevolusi. Evolu-sionis
ternama yang juga pakar paleontologi asal Inggris, Colin Patterson, mengakui
kenyataan ini:
| SELEKSI ALAM TIDAK MEMBENTUK SPESIES BARU
Di alam, individu-individu lemah termusnahkan
dan tergantikan oleh individu-individu kuat. Namun, fenomena ini
tidak menyebabkan kemunculan spesies baru. Bahkan jika hewan-hewan
liar memburu rusa lemah dan lamban selama milyaran tahun, rusa
tidak akan pernah berubah menjadi spesies lain.
|
Tak seorang pun pernah memunculkan satu spesies melalui
mekanisme seleksi alam. Tak seorang pun pernah hampirmelakukannya, dan
kebanyakan perdebatan dalam neo-Darwinisme sekarang adalah seputar masalah
ini.
| |
PENGORBANAN DIRI PADA HEWAN
Teori evolusi Darwin melalui proses seleksi alam
bersandar pada anggapan bahwa seluruh makhluk hidup melakukan
perjuangan sengit untuk mempertahankan kelangsungan hidup mereka.
Pengamatan ternyata menunjukkan masyarakat hewan memperlihatkan
beragam contoh mengagumkan tentang perilaku pengorbanan diri dan
tolong-menolong. Lembu liar dewasa yang berbaris melingkar untuk
melindungi keturunan muda mereka hanyalah satu dari sekian banyak
contoh pengorbanan diri di alam.
|
PERANAN IPTEK TERHADAP EKONOMI,SOSIAL DAN BUDAYA
Pengaruh Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) Terhadap Budaya Bangsa
Kehadiran globalisasi membawa pengaruh
bagi kehidupan suatu bangsa. Pengaruh globalisasi dirasakan di berbagai
bidang kehidupan seperti kehidupan politik, ideologi, ekonomi, sosial
budaya, pertahanan keamanan dan lain-lain yang akan mempengaruhi
nilai-nilai nasionalisme bangsa.
Secara umum globalisasi dapat dikatakan suatu proses tatanan masyarakat yang mendunia dan tidak mengenal batas wilayah. Menurut Edison A. Jamli (Edison A. Jamli dkk, Kewarganegaraan, 2005), globalisasi pada hakikatnya adalah suatu proses dari gagasan yang dimunculkan, kemudian ditawarkan untuk diikuti oleh bangsa lain yang akhirnya sampai pada suatu titik kesepakatan bersama dan menjadi pedoman bersama bagi bangsa- bangsa di seluruh dunia. Dengan kata lain proses globalisasi akan berdampak melampaui batas-batas kebangsaan dan kenegaraan.
Secara umum globalisasi dapat dikatakan suatu proses tatanan masyarakat yang mendunia dan tidak mengenal batas wilayah. Menurut Edison A. Jamli (Edison A. Jamli dkk, Kewarganegaraan, 2005), globalisasi pada hakikatnya adalah suatu proses dari gagasan yang dimunculkan, kemudian ditawarkan untuk diikuti oleh bangsa lain yang akhirnya sampai pada suatu titik kesepakatan bersama dan menjadi pedoman bersama bagi bangsa- bangsa di seluruh dunia. Dengan kata lain proses globalisasi akan berdampak melampaui batas-batas kebangsaan dan kenegaraan.
Sebagai sebuah proses, globalisasi
berlangsung melalui dua dimensi, dalam interaksi antar bangsa, yaitu
dimensi ruang dan dimensi waktu. Dimensi ruang yang dapat diartikan
jarak semakin dekat atau dipersempit sedangkan waktu makin dipersingkat
dalam interaksi dan komunikasi pada skala dunia. Hal ini tentunya tidak
terlepas dari dukungan pesatnya laju perkembangan teknologi yang semakin
canggih khususnya teknologi informasi dan komunikasi (TIK).
Teknologi informasi dan komunikasi (TIK)
adalah pendukung utama bagi terselenggaranya globalisasi. Dengan
dukungan teknologi informasi dan komunikasi, informasi dalam bentuk
apapun dan untuk berbagai kepentingan, dapat disebarluaskan dengan mudah
sehingga dapat dengan cepat mempengaruhi cara pandang dan gaya hidup
hingga budaya suatu bangsa. Kecepatan arus informasi yang dengan cepat
membanjiri kita seolah-olah tidak memberikan kesempatan kepada kita
untuk menyerapnya dengan filter mental dan sikap kritis. Makin canggih
dukungan teknologi tersebut, makin besar pula arus informasi dapat
dialirkan dengan jangkauan dan dampak global. Oleh karena itu selama ini
dikenal asas “kebebasan arus informasi” berupa proses dua arah yang
cukup berimbang yang dapat saling memberikan pengaruh satu sama lain.
Namun perlu diingat, pengaruh globalisasi
dengan dukungan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) meliputi dua
sisi yaitu pengaruh positif dan pengaruh negatif. Pengaruh positif yang
dapat dirasakan dengan adanya TIK adalah peningkatan kecepatan,
ketepatan, akurasi dan kemudahan yang memberikan efisiensi dalam
berbagai bidang khususnya dalam masalah waktu, tenaga dan biaya. Sebagai
contoh manifestasi TIK yang mudah dilihat di sekitar kita adalah
pengiriman surat hanya memerlukan waktu singkat, karena kehadiran surat
elektronis (email), ketelitian hasil perhitungan dapat
ditingkatkan dengan adanya komputasi numeris, pengelolaan data dalam
jumlah besar juga bisa dilakukan dengan mudah yaitu dengan basis data (database), dan masih banyak lagi.
Sedangkan pengaruh negatif yang bisa
muncul karena adanya TIK, misalnya dari globalisasi aspek ekonomi,
terbukanya pasar bebas memungkinkan produk luar negeri masuk dengan
mudahnya. Dengan banyaknya produk luar negeri dan ditambahnya harga yang
relatif lebih murah dapat mengurangi rasa kecintaan masyarakat terhadap
produk dalam negeri. Dengan hilangnya rasa cinta terhadap produk dalam
negeri menunjukan gejala berkurangnya rasa nasionalisme masyarakat kita
terhadap bangsa Indonesia.
Pada hakikatnya teknologi diciptakan,
sejak dulu hingga sekarang ditujukan untuk membantu dan memberikan
kemudahan dalam berbagai aspek kehidupan, baik pada saat manusia
bekerja, berkomunikasi, bahkan untuk mengatasi berbagai persoalan pelik
yang timbul di masyarakat. TIK tidak hanya membantu dan mempermudah
manusia tetapi juga menawarkan cara-cara baru di dalam melakukan
aktivitas-aktivitas tersebut sehingga dapat mempengaruhi budaya
masyarakat yang sudah tertanam sebelumnya.
Budaya
atau kebudayaan adalah kerangka acuan perilaku bagi masyarakat
pendukungnya yang berupa nilai-nilai (kebenaran, keindahan, keadilan,
kemanusiaan, kebijaksanaan, dll ) yang berpengaruh sebagai kerangka
untuk membentuk pandangan hidup manusia yang relatif menetap dan dapat
dilihat dari pilihan warga budaya itu untuk menentukan sikapnya terhadap
berbagai gejala dan peristiwa kehidupan.
Jadi
bagaimana TIK dapat mempengaruhi nilai-nilai yang telah tumbuh di
masyarakat dalam suatu bangsa itu sangat tergantung dari sikap
masyarakat tersebut. Seyogyanya, masyarakat harus selektif dan bersikap
kritis terhadap TIK yang berkembang sangat pesat, sehingga semua manfaat
positif yang terkandung di dalam TIK mampu dimanifestasikan agar mampu
membantu dan mempermudah kehidupan masyarakat, dan efek negatif dapat
lebih diminimalkan.
Sumber :
- Pengaruh Globalisasi terhadap Pluralisme Kebudayaan Manusia di Negara-negara Berkembang (Krsnaagni)
- Teknologi Tera di Ambang Mata (Made Kembar Sri Budhi)
- Menyimak Dampak Kemajuan Teknologi Informasi (Ahmad Fahmi Sulthon)
- Dampak Globalisasi Informasi (Harry Truman)
Peranan Iptek Dalam Meningkatkan SDM di Indonesia
Peranan Iptek dalam meingkatkan SDM
– Seperti yang kita ketahui, teknologi kini telah merembes dalam
kehidupan kebanyakan manusia bahkan dari kalangan atas hingga menengah
kebawah sekalipun. Dimana upaya tersebut merupakan cara atau jalan di
dalam mewujudkan kesejahteraan dan peningkatan harkat martabat manusia.
Untuk mendayagunakan Iptek diperlukan nilai-nilai luhur agar dapat
dipertanggungjawabkan. Rumusan 4 (empat) nilai luhur pembangunan Iptek
Nasional yaitu Accountable, Visionary, Innovative dan Excellence.
Disamping itu, Perkembangan Iptek bisa bermanfaat untuk kemajuan hidup
Indonesia dan juga dapat memberikan dampak negatif. Maka, dalam
perkembangan Iptek, ada hal-hal yang perlu diperhatikan dalam penerapan
IPTEK untuk menekan dampak negative iptek seminimal mungkin.
Atas dasar kreatifitas akalnya, manusia
mengembangkan IPTEK dalam rangka untuk mengolah SDA yang diberikan oleh
Tuhan Yang Maha Esa.Dimana dalam pengembangan IPTEK harus didasarkan
terhadap moral dan kemanusiaan yang adil dan beradab,agar semua
masyarakat mengecam IPTEK secara merata.Begitu juga diharapkan SDM nya
bisa lebih baik lagi,apalagi banyak kemudahan yang kita
dapatkan.Namun,berbanding terbalik dengan realita yang ada karena
semakin canggih perkembangan teknologi,telah membuat masyarakat menjadi
malas yang disebabkan oleh kemudahan-kemudahan yang ada tersebut.Ambil
saja salah satu contoh perkembangan IPTEK dibidang telekomunikasi dimana
zaman dahulu handphone itu sangat langka karena harganya yang mahal
berbeda dengan sekarang harga handphone sudah sangat murah dan
menjangkau lapisan menengah ke bawah.
Disatu sisi telah terjadi perkembangan
yang sangat baik sekali di aspek telekomunikasi,namun pelaksanaan
pembangunan IPTEK masih belum merata. Masih banyak masyarakat kurang
mampu yang putus harapannya untuk mendapatkan pengetahuan dan teknologi
tersebut.Hal itu dikarenakan tingginya biaya pendidikan yang harus
mereka tanggung.Maka dari itu,pemerintah perlu menyikapi dan menanggapi
masalah-masalah tersebut, agar peranan IPTEK dapat bertujuan untuk
meningkatkan Sumber Daya Manusia yang ada.
Pesan Sponsor
Adapun Rumusan Masalah yang dapat
penulis angkat yaitu bagaimana pelaksanaan dan pengembangan IPTEK di
Indonesia serta apakah peranan IPTEK ditengah zaman yang semakin pesat
dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia?
Pelaksanaan Dan Pengembangan Iptek Di Indonesia
Peradaban bangsa dan masyarakat dunia di masa depan sudah dipahami dan disadari akan berhadapan dengan situasi serba kompleks dalam berbagai cabang ilmu pengetahuan, sebut saja antara lain; cloning, cosmology, cryonics, cyberneties, exobiology, genetic, engineering dan nanotechnology. Cabang-cabang IPTEK itu telah memunculkan berbagai perkembangan yang sangat cepat dengan implikasi yang menguntungkan bagi manusia atau sebaliknya.
Peradaban bangsa dan masyarakat dunia di masa depan sudah dipahami dan disadari akan berhadapan dengan situasi serba kompleks dalam berbagai cabang ilmu pengetahuan, sebut saja antara lain; cloning, cosmology, cryonics, cyberneties, exobiology, genetic, engineering dan nanotechnology. Cabang-cabang IPTEK itu telah memunculkan berbagai perkembangan yang sangat cepat dengan implikasi yang menguntungkan bagi manusia atau sebaliknya.
Untuk mendayagunakan Iptek diperlukan
nilai-nilai luhur agar dapat dipertanggungjawabkan. Rumusan 4 (empat)
nilai luhur pembangunan Iptek Nasional, yaitu :
1. Accountable, penerapan Iptek harus dapat dipertanggungjawabkan baik secara moral, lingkungan, finansial, bahkan dampak politis
2. Visionary,
pembangunan Iptek memberikan solusi strategis dan jangka panjang, tetapi
taktis dimasa kini, tidak bersifat sektoral dan tidak hanya memberi
implikasi terbatas.
3. Innovative,
asal katanya adalah “innovere” yang artinya temuan baru yang
bermanfaat. Nilai luhur pembangunan Iptek artinya adalah berorientasi
pada segala sesuatu yang baru, dan memberikan apresiasi tinggi terhadap
upaya untuk memproduksi inovasi baru dalam upaya inovatif untuk
meningkatkan produktifitas.
4. Excellence,
keseluruhan tahapan pembangunan Iptek mulai dari fase inisiasi,
perencanaan, pelaksanaan, pengawasan, evaluasi, implikasi pada bangsa
harus baik, yang terbaik atau berusaha menuju yang terbaik.
Pesatnya kemajuan Iptek memerlukan penguasaan, pemanfaatan, dan kemajuan Iptek untuk memperkuat posisi daya saing Indonesia dalam kehidupan global.
Pesatnya kemajuan Iptek memerlukan penguasaan, pemanfaatan, dan kemajuan Iptek untuk memperkuat posisi daya saing Indonesia dalam kehidupan global.
Dampak Perkembangan Iptek Di Indonesia
1. Perkembangan Iptek disamping bermanfaat untuk kemajuan hidup Indonesia juga memberikan dampak negatif. Hal yang perlu diperhatikan dalam penerapan IPTEK untuk menekan dampaknya seminimal mungkin, antara lain :
• Menjaga keserasian dan keseimbangan dengan lingkungan setempat.
• Teknilogi yang akan diterapkan hendaknya betul-betul dapat mencegah timbulnya permasalahan di tempat itu.
• Memanfaatkan seoptimal mungkin segala sumber daya alam dan sumber daya manusia yang ada.
1. Perkembangan Iptek disamping bermanfaat untuk kemajuan hidup Indonesia juga memberikan dampak negatif. Hal yang perlu diperhatikan dalam penerapan IPTEK untuk menekan dampaknya seminimal mungkin, antara lain :
• Menjaga keserasian dan keseimbangan dengan lingkungan setempat.
• Teknilogi yang akan diterapkan hendaknya betul-betul dapat mencegah timbulnya permasalahan di tempat itu.
• Memanfaatkan seoptimal mungkin segala sumber daya alam dan sumber daya manusia yang ada.
2. Dampaknya dalam :
a. Penyediaan Pangan
Perkembangan IPTEK dalam bidang pangan dimungkinkan karena adanya pendidikan, penelitian dan pengembangan di bidang pertanian terutama dalam peningkatan produktivitas melalui penerapan varitas unggul, pemupukan, pemberantasan hama dan penyakit, pola tanaman dan pengairan. Namun di sisi lain perkembangan tersebut berdampak fatal, misalkan saja penggunaan pestisida dalam pemberantasan hama ternyata dapat menyebabkan penyakit dalam tubuh manusia.
a. Penyediaan Pangan
Perkembangan IPTEK dalam bidang pangan dimungkinkan karena adanya pendidikan, penelitian dan pengembangan di bidang pertanian terutama dalam peningkatan produktivitas melalui penerapan varitas unggul, pemupukan, pemberantasan hama dan penyakit, pola tanaman dan pengairan. Namun di sisi lain perkembangan tersebut berdampak fatal, misalkan saja penggunaan pestisida dalam pemberantasan hama ternyata dapat menyebabkan penyakit dalam tubuh manusia.
b. Penyediaan Sandang
• Pada awalnya bahan sandang dihasilkan dari serat alam seperti kapas, sutra, woll dan lain-lain
• Perkembangan teknologi matrial polimer menghasilkan berbagai serat sintetis sebagai bahan sandang seperti rayon, polyester, nilon, dakron, tetoron dan sebagainya
• Kulit sintetik juga dapat dibuat dari polimer termoplastik sebagai bahan sepatu, tas dan lain-lain
• Teknologi pewarnaan juga berkembang seperti penggunaan zat azo dan sebagainya.
• Pada awalnya bahan sandang dihasilkan dari serat alam seperti kapas, sutra, woll dan lain-lain
• Perkembangan teknologi matrial polimer menghasilkan berbagai serat sintetis sebagai bahan sandang seperti rayon, polyester, nilon, dakron, tetoron dan sebagainya
• Kulit sintetik juga dapat dibuat dari polimer termoplastik sebagai bahan sepatu, tas dan lain-lain
• Teknologi pewarnaan juga berkembang seperti penggunaan zat azo dan sebagainya.
c. Penyediaan Papan
• Teknologi papan bersangkut paut dengan penyediaan lahan dan bidang perencanaan seperti city planning, kota satelit, kawasan pemukiman dan sebagainya yang berkaitan dengan perkembangan penduduk
• Awalnya bahan pokok untuk papan adalah kayu selanjutnya dikembangkan teknologi matrial untuk mengatasi kekurangan kayu
• Untuk mengatasi kekurangan akan lahan dikembangkan teknologi gedung bertingkat, pembentukan pulau-pulau baru, bahkan tidak menutup kemungkinan pemukiman ruang angkasa.
• Teknologi papan bersangkut paut dengan penyediaan lahan dan bidang perencanaan seperti city planning, kota satelit, kawasan pemukiman dan sebagainya yang berkaitan dengan perkembangan penduduk
• Awalnya bahan pokok untuk papan adalah kayu selanjutnya dikembangkan teknologi matrial untuk mengatasi kekurangan kayu
• Untuk mengatasi kekurangan akan lahan dikembangkan teknologi gedung bertingkat, pembentukan pulau-pulau baru, bahkan tidak menutup kemungkinan pemukiman ruang angkasa.
d. Peningkatan Kesehatan
• Perkembangan Imu Kedeokteran seperti : ilmu badah dan lain-lain
• Penemuan alat-alat kedokteran seperti : stetoskup, USG, dan lain-lain
• Penemuan obat-obatan seperti anti biotik, vaksin dan lain-lain
• Penemuan radio aktif untuk mendeteksi penyakit secara tepat seperti tumor dan lain-lain
• Penelitian tentang kuman-kuman penyakit dan lain-lain.
• Perkembangan Imu Kedeokteran seperti : ilmu badah dan lain-lain
• Penemuan alat-alat kedokteran seperti : stetoskup, USG, dan lain-lain
• Penemuan obat-obatan seperti anti biotik, vaksin dan lain-lain
• Penemuan radio aktif untuk mendeteksi penyakit secara tepat seperti tumor dan lain-lain
• Penelitian tentang kuman-kuman penyakit dan lain-lain.
e. Penyediaan Energi
• Kebutuhan akan energi
• Sumber-sumber energi
• Sumber energi konvensional tak dapat diperbaharui
• Sumber energi pengganti yang tak habis pakai
• Konversi energi dari satu bentuk kebentuk yang lain.
• Kebutuhan akan energi
• Sumber-sumber energi
• Sumber energi konvensional tak dapat diperbaharui
• Sumber energi pengganti yang tak habis pakai
• Konversi energi dari satu bentuk kebentuk yang lain.
Kesimpulan
Dengan memperhatikan perkembangan dan kemajuan zaman dengan sendirinya pemanfaatan dan penguasaan IPTEK mutlak diperlukan untuk mencapai kesejahteraan bangsa. Visi dan misi IPTEK dirumuskan sebagai panduan untuk mengoptimalkan setiap sumber daya IPTEK yang dimiliki oleh bangsa Indonesia, Undang-Undang No. 18 Tahun 2002 tentang Sistem Nasional Penelitian, Pengembangan dan Penerapan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi yang telah diberlakukan sejak 29 Juli 2002, merupakan penjabaran dari visi dan misi IPTEK sebagaimana termaksud dalam UUD 1945 Amandemen pasal 31 ayat 5, agar dapat dilaksanakan oleh pemerintah besrta seluruh rakyat dengan sebaik-baiknya. Selain itu pula perkembangan IPTEK di berbagai bidangdi tengah perkembangan zaman yang semakin pesat semestinya dapat meningkatkan kualitas SDM di tengah bermunculannya dampak negative dari adanya perkembangan IPTEK, sehingga diperlukan pemikiran yang serius dan mantap dalam menghadapi permasalahan dalam penemuan-penemuan baru tersebut.
Dengan memperhatikan perkembangan dan kemajuan zaman dengan sendirinya pemanfaatan dan penguasaan IPTEK mutlak diperlukan untuk mencapai kesejahteraan bangsa. Visi dan misi IPTEK dirumuskan sebagai panduan untuk mengoptimalkan setiap sumber daya IPTEK yang dimiliki oleh bangsa Indonesia, Undang-Undang No. 18 Tahun 2002 tentang Sistem Nasional Penelitian, Pengembangan dan Penerapan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi yang telah diberlakukan sejak 29 Juli 2002, merupakan penjabaran dari visi dan misi IPTEK sebagaimana termaksud dalam UUD 1945 Amandemen pasal 31 ayat 5, agar dapat dilaksanakan oleh pemerintah besrta seluruh rakyat dengan sebaik-baiknya. Selain itu pula perkembangan IPTEK di berbagai bidangdi tengah perkembangan zaman yang semakin pesat semestinya dapat meningkatkan kualitas SDM di tengah bermunculannya dampak negative dari adanya perkembangan IPTEK, sehingga diperlukan pemikiran yang serius dan mantap dalam menghadapi permasalahan dalam penemuan-penemuan baru tersebut.
Pengaruh perkembangan iptek terhadap kemiskinan
Pengaruh perkembangan iptek terhadap kemiskinan
Iptek di Indonesia saat ini sedang berkembang pesat,sebagai Negara yang mempunyai potensi SDA yang tinggi,Indonesia seharusnya bisa memanfaatkan kemajan iptek tersebut untuk memanfaatkan SDA yang kita miliki. Tetapi seperti halnya kita ketahui bahwa kualitas pendidikan adalah hal yang sangat berpengaruh untuk menguasai dan mengikuti perkembangan iptek,sehingga bisa meningkatkan kualitas SDM sehingga para penduduk bisa memanfaatkan SDA yang kita miliki semaximal mungkin dan akhirnya bisa mendorong laju perekonomian kita.
Tetapi seperti biasa dan sangat klasik,di Indonesia factor pendidikan yang rendah dan jumlah angka kemiskinan yang semakin bertambah merupakan masalah yang selalu menjadi beban bangsa Indonesia dan tidak pernah terselesaikan, sehingga bangsa Indonesia selalu menjadi bangsa yang serba terlambat Baik dari segi iptek maupun ekonomi.
Karena ke dua masalah itu saling berkaitan seharusnya Indonesia harus meningkatkan kualitas pendidikannya sebagai dasar untuk menghadapi perkembangan iptek yang masuk ke indonesia,mungkin dengan adanya bantuan subsidi dari pemerintah bisa sedikit membantu kualitas pendidikan di indonesia tapi itu saja tidak lah cukup. Bukan hanya fasilitas sekolah yang harus ditingkat kan tetapi moral dari pengajar dan murid juga harus di tingkat kan.
Dulu sekolah merupakan tempat untuk siswa benar-benar menimba ilmu,dan mereka sangat serius dalam mempelajari hal-hal yang baru karena memang tidak semua orang bisa bersekolah (kita bisa lihat dari masa penjajahan sampai era orde baru).orang yang bisa bersekolah hanya orang-orang tertentu seperti anak pejabat atau orang terpandang tetapi justru karena itu mereka menjadi semangat dalam menimba ilmu sehingga bangsa Indonesia bisa menciptakan orang-orang yang berkualitas dan termasuk orang hebat pada masanya. Tetapi kita bisa lihat sekarang,walaupun pendidikan sudah bisa didapatkan oleh siapa saja tetapi semangat mereka dalam menimba ilmu tidak sebanding dengan sewaktu dulu,karena memang sekarang sekolah bukan hanya media untuk menimba ilmu tetapi banyak orang yang menganggap sekolah hanya sebagai sebuah keharusan sehingga mereka beranggapakan sekolah merupakan paksaan bukan dari kesadaran diri sendiri yang ingin menimba ilmu,selain itu nama baik sekolah juga sudah banyak tercoreng oleh oknum yang menganut idealisme contohnya banyak pelajar sekarang yang tauran hanya untuk membuktikan bahwa sekolah mereka adalah yang terbaik atau sebagainya. Selain itu yang harus diperhatikan oleh pemerintah dalam peningkatan kualitas pendidikan,ialah kualitas pengajar yang baik.
Guru adalah pengganti orang tua kita disekolah,mereka adalah orang yang seharusnya membimbing kita.tetapi akhir-akhir ni nama baik guru sudah mulai tercoreng dimata masyarakat.kita bisa mengambil contoh ada beberapa kasus mengenai tindakan asusila seorang guru terhadap anak muridnya sendiri. Bagaimana hal seperti itu bisa terjadi?? Sedangkan seharusnya guru lah yang membimbing kita dan mengajari ilmu yang berguna untuk bekal kita dan secara mutlak itu telah mencoreng nama baik guru dimata kita walaupun tidak semua guru seprti itu tetapi hal tersebut menimbulkan rasa was-was bagi orangtua.
Dan dari segi perekonomian Indonesia seharusnya mempunyai perencanaan ekonomi yang matang untuk jangka panjang dan pendek yang lbih terprinci. Contoh saat ini banyak kasus para TKI yang sangat menyayat hati,seharusnya pemerintah lebih memperhatikan dan memonitor keberadaan para TKI yang berada di luar negeri bukan hanya menunggu devisa yang masuk dari hasil kerja keras mereka.karena rata-rata kasus yang terjadi ialah karena para TKI tersebut tidak di montor sepenuhnya oleh pemerintah,hal in bisa sedikit dkurangi apa bila TKI yang berangkat keluar negeri dberi sedikit bekal pendidkan sebelum berangakat misalkan diberi pelajaran bahas inggris agar bisa berkomunikasi dengan orang lain di negara yang di tuju,karena kebanyakan dari TKI baru bisa fasih berbahasa inggris atau bahasa lain setelah mereka sampai dan bekerja disana. Dan tentu saja ini berkaitan dengan kualitas pendidikan yang harus ditingkatkan tadi.
Hal-hal seperti diatas yang harusnya lebih sedikit dperhatikan oleh pemerintah karena kulitas bangsa indonesia tergantung dari factor- factor tersebut. dan untuk menguasai iptek kualitas bangsa Indonesia harus ditingkatkan karena perkembangan iptek itu sangat cepat apa bila kita terlambat maka kita akan terus tertinggal dari Negara-negara berkembang lainya.
Seperti yang kita ketahui banyak perusahaan asing yang mengambil alih dalam mengola sumber daya alam di Indonesia,karena indonesia tidak mampu untuk mengelola sumber daya alamnya sendiri sehingga pada akhirnya kita hanya mendapat sebagian kecil keuntungan financial dari hasil bumi kita sendiri.
Andaikan Indonesia bisa mengolah dan memanfaatkan semua sumber daya yang ada dengan mempelajari iptek yang sudah ada, pasti Indonesia akan segera terlepas dari kemiskinan yang sekarang sedang mengerogoti bangsa Indonesia.
KEBUTUHAN PRIMER, SEKUNDER, DAN TERSIER
Kebutuhan Hidup/Ekonomi Manusia - Kebutuhan Primer, Sekunder, Tersier, Jasmani, Rohani, Sekarang, Masa Depan, Pribadi dan Sosial
Dalam menjalani kehidupan, manusia membutuhkan berbagai jenis dan macam barang-barang dan jasa untuk memenuhi kebutuhannya. Manusia sejak lahir hingga meninggal dunia tidak terlepas dari kebutuhan akan segala sesuatunya. Untuk mendapatkan barang yang dibutuhkan diperlukan pengorbanan untuk mendapatkannya.Di bawah ini akan diberikan jenis, macam aneka ragam definisi atau pengertian dari tiap-tiap kebutuhan manusia selama hidupnya di dunia :
A. Kebutuhan Manusia Berdasarkan Tingkat Kepentingan / Prioritas
1. Kebutuhan Primer
Kebutuhan primer adalah kebutuhan yang benar-benar amat sangat dibutuhkan orang dan sifatnya wajib untuk dipenuhi. Contohnya adalah seperti sembilan bahan makanan pokok / sembako, rumah tempat tinggal, pakaian, dan lain sebagainya.
2. Kebutuhan Sekunder
Kebutuhan sekunder adalah merupakan jenis kebutuhan yang diperlukan setelah semua kebutuhan pokok primer telah semuanya terpenuhi dengan baik. Kebutuhan sekunder sifatnya menunjang kebutuhan primer. Misalnya seperti makanan yang bergizi, pendidikan yang baik, pakaian yang baik, perumahan yang baik, dan sebagainya yang belum masuk dalam kategori mewah.
3. Kebutuhan Tersier / Mewah / Lux
Kebutuhan tersier adalah kebutuhan manusia yang sifatnya mewah, tidak sederhana dan berlebihan yang timbul setelah terpenuhinya kebutuhan primer dan kebutuhan skunder. Contohnya adalah mobil, antena parabola, pda phone, komputer laptop notebook, tv 50 inchi, jalan-jalan ke hawaii, apartemen, dan lain sebagainya.
B. Kebutuhan Manusia Berdasarkan Sifat
1. Kebutuhan Jasmani / Kebutuhan Fisik
Kebutuhan jasmani adalah kebutuhan yang berhubungan dengan badan lahiriah atau tubuh seseorang. Contohnya seperti makanan, minuman, pakaian, sandal, pisau cukur, tidur, buang air kecil dan besar, seks, dan lain sebagainya.
2. Kebutuhan Rohani / Kebutuhan Mental
Kebutuhan rohani adalah kebutuhan yang dibutuhkan seseorang untuk mendapatkan sesuatu bagi jiwanya secara kejiwaan. Contohnya seperti mendengarkan musik, siraman rohani, beribadah kepada Tuhan YME, bersosialisasi, pendidikan, rekreasi, hiburan, dan lain-lain.
C. Kebutuhan Manusia Berdasarkan Waktu
1. Kebutuhan Sekarang
Kebutuhan sekarang adalah kebutuhan yang benar-benar diperlukan pada saat ini secara mendesak. Contoh adalah kebelet pipis, makan karena sangat lapar, pengobatan akibat kecelakaan, dan lain sebagainya.
2. Kebutuhan Masa Depan
Kebutuhan masa depan adalah kebutuhan yang dapat ditunda serta dipenuhi di lain waktu di masa yang akan datang. Contoh yaitu pergi haji, pendidikan tinggi, pahala untuk bekal akherat, membeli mobil toyota yaris terbaru, dan lain sebagainya.
D. Kebutuhan Manusia Berdasarkan Subjek / Subyek Penggunanya
1. Kebutuhan Individual / Individu / Pribadi
Kebutuhan individu adalah jenis kebutuhan yang dibutuhkan oleh orang perseorangan secara pribadi. Contohnya adalah sikat gigi, menuntut ilmu, sholat lima waktu, makan, dan banyak lagi contoh lainnya.
2. Kebutuhan Sosial / Kolektif
Kebutuhan sosial adalah kebutuhan akan berbagai barang dan jasa yang digunakan untuk memuaskan kebutuhan sosial suatu kelompok masyarakat. Contohnya adalah jalan umum, penerangan tempat umum, berserikat mengeluarkan pendapat, berbisnis, berorganisasi, dan lain-lain.
Primer, Sekunder & Tersier
Kebutuhan manusia untuk
mempertahankan hidupnya dengan baik memerlukan kebutuhan. Kebutuhan manusia
tidak terbatas jumlahnya, beraneka macam jenisnya, tidak berhenti untuk
memenuhi keinginan tertentu, berubah dan berkembang baik dari segi kuantitas
dan kualitas, kebutuhan sering timbul dalam waktu yang bersamaan, dan tidak ada
batas waktu berhentinya.
Makin bertambahnya jumlah populasi
penduduk, semakin maju ilmu pengetahuan dan teknologi, makin luas ruang lingkup
ia bersosialisasi, serta semakin meningkatnya tingkat peradaban manusia
termasuk faktor yang menyebabkan kebutuhan manusia tidak terbatas jumlahnya
(selalu bertambah).
Semakin banyak kebutuhan dalam pola hidup manusia, maka untuk
mempermudah memahami kebutuhan tersebut dapat digolongkan dalam beberapa
klasifikasi. Ada kebutuhan Primer, Kebutuhan Sekunder
dan Kebutuhan Tersier.
Kebutuhan Primer
Kebutuhan primer
adalah kebutuhan utama ( pokok ) wajib yang harus dipenuhi untuk mempertahankan
hidup. Kata primer berasal dari kata primus, yang berarti pertama. Kebutuhan
primer terdiri atas pangan, sandang, dan papan (Makanan, pakaian, dan rumah).
Tanpa makanan, pakaian, dan rumah manusia bisa mati kelaparan, kedinginan, dan
kepanasan.
Kebutuhan Sekunder
Kebutuhan
sekunder yaitu kebutuhan kedua setelah kebutuhan primer
terpenuhi. Kata sekunder berasal dari kata scundus, yang berarti kedua.
Contoh kebutuhan sekunder semisal perabot rumah tangga (meja, kursi, lemari, televisi, radio), Kebutuhan pendidikan (sepatu, tas, kaos
kaki, buku, pensil), dll. Manusia
memenuhi kebutuhan sekunder dimaksudkan memenuhi kebutuhan dirinya sebagai
makhluk sosial yang berbudaya dan saling bersosialisasi.
Kebutuhan Tersier
Kebutuhan
tersier adalah kebutuhan ketiga setelah kebutuhan primer dan
sekunder terpenuhi. Kata tersier berasal dari kata tertius yang berarti
ketiga. Kebutuhan tersier disebut juga kebutuhan mewah atau lux. Kebutuhan ini
umumnya dipenuhi oleh orang yang berpendapatan tinggi dan dilakukan untuk
meningkatkan prestise atau kebanggaan di mata masyarakat. Contoh kebutuhan
tersier, yaitu pakaian mewah, tas mewah, mobil mewah, rumah mewah, dan kapal
pesiar mewah. Yang perlu diketahui, kebutuhan sekunder dan tersier
berbeda untuk setiap orang atau golongan.
![]() |
| Kebutuhan Primer |
![]() |
| Kebutuhan Tersier |
![]() |
| Kebutuhan Sekunder |
EKOLOGI DAN DAMPAK PERKEMBANGAN IPTEK TERHADAP KEHIDUPAN MANUSIA
Dalam
setiap kebudayaan selalu terdapat ilmu pengetahuan atau sains dan
teknologi, yang digunakan sebagai acuan untuk menginterpretasikan dan
memahami lingkungan beserta isinya, serta digunakan sebagai alat untuk
mengeksploitasi, mengolah dan memanfaatkannya untuk pemenuhan
kebutuhan-kebutuhan manusia. Sains dan tekhnologi dapat berkembang
melalui kreativitas penemuan (discovery), penciptaan (invention), melalui berbagai bentuk inovasi dan rekayasa. Kegunaan
nyata IPTEK bagi manusia sangat tergantung dari nilai, moral, norma dan
hukum yang mendasarinya. IPTEK tanpa nilai sangat berbahaya dan manusia
tanpa IPTEK mencermikan keterbelakangan.
A. IPTEK DAN PERADABAN MANUSIA
Sains
dan Teknologi adalah institusi manusiawi; artinya Sains dan Teknologi
adalah karya yang dilahirkan manusia. Maka tanpa adanya manusia kedua
karya tersebut juga tidak akan ada. Namun ada beda fundamental antara
kedua institusi tersebut. Perbedaannya terletak pada sumbernya.
Sains sebagai “body of knowledge”
yang kita ketahui saat ini adalah hasil abstraksi manusia dari sumber
alami melalui berbagai fenomena yang diamatinya. Kemudian fenomena
tersebut direpresentasikan kedalam berbagai model yang membentuk suatu
paradigma. Maka kebenaran sains adalah bila dan hanya bila suatu
fenomena alami dapat cocok (fit) pada model-model dari suatu
paradigma yang berlaku. Bila model dalam suatu paradigma yang dianut
tidak lagi dapat merepresentasikan suatu fenomena alami tertentu, maka
fenomena tersebut merupakan suatu anomali. Namun anomali tidak dapat
terjadi berulang kali. Bila hal demikian ditemui maka paradigma
tersebutpun mengalami krisis dan gugur sebagai paradigma yang absah
untuk kemudian digantikan oleh model baru yang membentuk paradigma baru
pula (Kuhn, 1996). Fenomena alami dan kebenaran yang ada dibaliknya
sebenarnya telah beroperasi sejak jauh sebelum manusia ada, misalnya
gaya gravitasi dan elektromagnetik, adanya elektron dan neutron didalam
atom, proses radioactive decay dan lain sebagainya merupakan
kebenaran alami yang telah beroperasi sejak awal sejarah jagad raya ini,
jauh sebelum manusia menghuni planet Bumi. Oleh karena itu berbagai kebenaran alami yang terhimpun dalam sains merupakan temuan (discovery) manusia. Namun tanpa manusiapun kebenaran alami tetap beroperasi sebagai sumber dari sains.
Berbeda
dari sains, teknologi sepenuhnya bersumber pada manusia itu sendiri.
Teknologi diciptakan manusia sebagai instrumen dalam usaha memenuhi
kebutuhannya. Teknologi merupakan suatu fenomena sosial. Oleh karena itu tanpa manusia, tanpa masyarakat, teknologipun tiada.
Teknologi diciptakan manusia melalui penerapan (exercise)
budidaya akalnya. Manusia harus mendayakan akal pikirannya dalam
me-reka teknologi berdasarkan ratio (nalar) dan kemudian membuatnya,
me-yasanya, menjadi suatu produk yang kongkrit. Jadi perlu penerapan
rekayasa dalam menciptakan teknologi, dan sebaliknya teknologi kemudian
akan membantu manusia dalam merekayasa. Inter-relasi dan interaksi
antara rekayasa dan teknologi sering sulit dipahami karena seakan
terjadi secara obvious atau terjadi sepenuhnya dilatar belakang
sehingga luput dari pengamatan. Maka untuk mendapatkan gambaran yang
lebih jelas dari peran rekayasa dalam penciptaan teknologi dan
sebaliknya, perlu digresi sebentar sampai pada saat asal mula
terbentuknya masyarakat manusia.
Sains itu sendiri secara umum didefinisikan sebagai pengetahuan (knowledge)
yang didapatkan dengan cara sistematis tentang struktur dan perilaku
dari segala fenomena yang ada di jagad raya dan isinya, baik fenomena
alam maupun sosial. Sementara itu, teknologi merupakan aplikasi dari
sains sebagai respons atas tuntutan manusia akan kehidupan yang lebih
baik.
Teknik
secara umum diartikan sebagai alat perlengkapan dan metode membuat
sesuatu. Teknologi adalah suatu cara untuk teknik memproduksi atau
memproses membuat sesuatu yang lebih mengembangkan ketrampilan manusia.
Ada beberapa fase proses teknik yang dialami dalam kehidupan manusia yakni :
a. Fase
teknik destruktif. Pada fase ini, untuk memecahkan segala permasalahan
dan kebutuhannya, manusia langsung mengambil dari alam, tidak ada usaha
untuk mengembalikannya ke alam.
b. Fase
teknik konstruktif. Masyarakat pada fase ini telah mampu melakukan
penciptaan sehingga menghasilkan kebudayaan baru yang sebelumnya tidak
ada di alam. Dengan penciptaan baru ini, sedikit demi sedikit manusia
telah menciptakan lingkungan baru yang selalu bermodalkan alam sekitar
sehinggamerupakan “ the second nature “ atau alam kedua.
c. Fase
modern. Fase ini merupakan puncak perkembangan teknik yang telah
dicapai anusia. Teknik modern ini bertitik tolak dari analisa matematis
alam, sehingga manusia mampu membangun suatu peradaban baru yaitu
peradaban mesin. Cirri peradaban mesin diantaranya adalah kesatuan
bahasa internasional sebagai pengantar dan diciptakannya bahasa symbol
yang satu , seragam, dan internasional yaitu bahasa “ matematika “.
Tingkatan teknologi berdasarkan penerapannya dapat dibagi sebagai berikut :
Dengan
kemajuan pesat ilmu pengetahuan dan teknologi terutama di bidang
teknologi informasi dan teknologi transportasi yang dicapai manusia pada
unjung pertengahan kedua abad ke XX, memungkinkan arus informasi
menjadi serba cepat: apa dan oleh siapa dari seluruh muka bumi (bahkan
sebagian jagat raya) - menembus ke seluruh lapisan masyarakat dengan
bebas tanpa membedakan siapa dia si penerima. Tanpa mengenal batas jarak
dan waktu, negara, ras, kelas ekonomi, ideologi atau faktor lainnya
yang dapat menghambat bertukar pikiran. Berikut ini akan dijelaskan mengenai pengaruh perkembangan IPTEK terhadap beberapa pola kemasyarakatan.
· Pengaruh perkembangan IPTEK terhadap pola kemasyarakatan alienasi
Alienasi
(keterasingan manusia) adalah suatu kondisi psikologis seorang individu
yang dinafasi oleh kesadaran semu (tentang misteri keabadian termasuk
Tuhan), keberadaan, dan dirinya sendiri sebagai individu serta
komunitas.
Perkembangan
IPTEK yang semakin pesat dan cenderung meniru budaya barat bisa jadi
menciptakan sebuah alienasi budaya. Orang merasa asing dengan budayanya
sendiri. Kaum muda tidak lagi at home dengan kebudayaan yang telah membentuk identitas sosialnya.
Kemajuan-kemajuan
memungkinkan banyaknya pilihan (multiple options) dan membuka
kesempatan tumbuhnya materialisme dan rasionalisme dengan luar biasa.
Tuntutan hidup begitu tinggi. Kemakmuran yang dicapai tidak terkendali,
gaya hidup menjadi konsumtif dan hedonistik. Manusia pribadi yang
menjadi begitu sibuk untuk mempertahankan hidup menyuburkan sosok
individualistik. Kaya dan sukses dari segi materi jadi satu-satunya
tujuan hidup. Persaingan demikian ketat, sehingga penghargaan manusia
terhadap waktu mencapai titik tertinggi dibandingkan masa sebelumnya.
Yang tersisa hanya wajah kehidupan tidak manusiawi dimana bahaya masa
depan ialah manusia menjadi robot karena terjadi alienasi diri.
Perkembangan
teknologi yang melanda hidup manusia harus dikuasai pemanfaatannya.
Jangan sampai perkembangan media menjadikan manusia sebagai objek,
menyeret dan memaksanya pada model kehidupan yang menyimpang.
· Pengaruh perkembangan IPTEK terhadap pola kemasyarakatan heteronomi
Heteronomi
adalah prinsip pembiaran sesuatu selain hukum moral untuk menentukan
apa yang mesti dilakukan. Ini mengganti kebebasan dengan sesuatu di luar
akal praktis, semisal kesukaan. Tindakan ini sendiri nonmoral (bukan
bermoral ataupun immoral) namun bisa immoral jika itu membuat orang
tidak melakukan kewajibannya. Contoh heteronomi : Anak merasa bahwa yang
benar adalah patuh pada peraturan dan harus menaati kekuasaan.
Dalam
masyarakat dengan teknologi maju cukup banyak contoh yang menunjukkan
betapa heteronomi bisa mengakibatkan munculnya berbagai perwujudan
perilaku menyimpang, bahkan bersifat ekstrem yang bisa berakibat
pertentangan antar-lapisan dan antar-golongan dalam masyarakat. Beberapa
perilaku menyimpang itu bisa berwujud pelarian untuk menghindar dari
pengaruh budaya baru, mungkin berupa pencemoohan sambil memperkenalkan
sumber nilai lain sebagai alternatif (misalnya mistik, metafisik).
Kemajuan teknologi yang serba praktis serta budaya asing yang berpengaruh
dominan terhadap satuan budaya asli bisa membangkitkan kesan sebagai
‘model’ untuk ditiru. Kecenderungan meniru itu dalam kelanjutannya bisa
terpantul melalui berkembangnya gayahidup (ljfestyle) yang
dianggap superior dibandingkan dengan gaya hidup lama. Berkembangnya
gaya hidup baru itu dapat menimbulkan kondisi sosial yang ditandai oleh
heteronomi, yaitu berlakunya herbagai norma acuan penilaku dalam
masyarakat yang bersangkutan. Perubahan gayahidup yang ditiru dan budaya
asing bisa berkelanjutan dengan timbulnya gejala keterasingan dan
kebudayaan sendiri (cultural alienation).
· Pengaruh perkembangan IPTEK terhadap pola kemasyarakatan hegemoni
Hegemoni
adalah dominasi oleh suatu kelompok terhadap kelompok lainnya dengan
atau tanpa ancaman kekerasan, sehingga ide-ide yang didiktekan oleh
kelompok dominan terhadap kelompok yang didominasi diterima sebagai
sesuatu yang wajar atau common sense. Jika dilihat sebagai
strategi, maka konsep hegemoni bukanlah strategi eksklusif milik
penguasa. Sebagai contoh, adalah kekuasaan dollar Amerika terhadap
ekonomi global. Kebanyakan transaksi internasional dilakukan dengan
dollar Amerika.
Hegemoni
juga terjadi di dunia satra Indonesia dimana media massa seperti koran
sangat membatasi dan hanya memuat karya-karya ataupun tulisan dari
pengirim yang dianggap ‘layak’ dimuat dan sesuai dengan panduan
kesusastraan Indonesia. Salah satu manfaat teknologi adalah kelahiran
sastrawan cyber Indonesia tentu saja tak dapat dilepaskan dari
kemunculan internet dalam dunia komunikasi. Revolusi komunikasi yang
dilakukan teknologi Internet telah menciptakan ruang-ruang alternatif
baru di luar dunia media massa cetak yang ada. Revolusi ini sendiri
sangat demokratis sifatnya, siapa saja dapat menggunakannya. Ruang-ruang
alternatif baru yang tercipta karena Internet telah memungkinkan para
penggunanya tidak berhenti hanya jadi pemakai yang pasif, seperti ketika
seorang pembaca membaca koran, tapi sekaligus jadi pencipta “message’
pada ruang-ruang tersebut.
· Pengaruh perkembangan IPTEK terhadap pola kemasyarakatan hedonisme
Hedonisme
adalah pandangan hidup yang menganggap bahwa kesenangan dan kenikmatan
materi adalah tujuan utama hidup. Bagi para penganut paham ini,
bersenang-senang, pesta pora dan rekreasi merupakan tujuan utama hidup,
entah itu menyenangkan bagi orang lain atau tidak. Mereka beranggapan
hidup ini hanya satu kali sehingga mereka merasa ingin menikmati hidup
senikmat-nikmatnya. di dalam lingkungan penganut paham ini, hidup
dijalani dengan sebebas-bebasnya demi memenuhi hawa nafsu yang tanpa
batas. Pandangan mereka terangkum dalam pandangan epikuris yang
menyatakan “Bergembiralah engkau hari ini, puaskanlah nafsumu karena
besok engkau akan mati “
Globalisasi
yang didorong oleh kemajuan di bidang iptek, telah memberi pengaruh
amat besar pada setiap sendi-sendi kehidupan umat manusia di penjuru
jagat raya. Sebuah lompatan perubahan zaman yang tak bisa dihentikan. Ia
menerjang laksana gelombang pasang dan menarik siapa saja ke dalam
pusarannya.
Persoalannya,
akankah ini membawa umat manusia kepada sebuah peradaban baru, atau
malah sebaliknya mendorong pada titik nadir peradaban. Perlahan namun
pasti, perubahan radikal tatanan budaya lokal, maupun tata nilai sosial
yang dianut tengah terjadi.
Dan
salah satu sisi gelap gelombang perubahan zaman adalah sikap dan
perilaku manusia yang semakin mendewakan materi dan terperangkap dalam
pusaran kehidupan bendawi. Inilah yang disebut budaya hedonisme di mana
kesenangan dan kenikmatan materi menjadi tujuan utama.
Dalam
masalah pemanfaatan iptek, Barat sangat pragmatis-materialistis,
artinya hanya mencari keuntungan materi dan kesenangan duniawi semata.
Bacon berpendapat bahwa iptek harus digunakan untuk memperkuat kemampuan
manusia di bumi, iptek hanya berarti bila nampak dalam kekuasaan
manusia: iptek manusia adalah kekuasaan manusia. Pendekatan pragmatis
materialis ini telah menyebabkan iptek dikembangkan untuk memenuhi
kesenangan-kesenangan materi (hedonis-materialistis) dan mengorbankan
alam semesta. Menjamurnya produk-produk mainan (game) yang melampaui
kebutuhan merupakan bukti pemenuhan hedonisme tersebut.
B. PERKEMBANGAN IPTEK DALAM PEMBANGUNAN DAN LINGKUNGAN
Perkembangan
IPTEK telah membawa kemajuan dan kemudahan serta perubahan pada
kehidupan manusia. Berbagai manfaatnya dapat terasa pada era sekarang
ini dimana semua perlahan beralih dari sesutau yang sederhana menjadi
sesuatu yang lebih modern.
Mengembangkan
nilai-nilai dan budaya iptek pada dasarnya adalah melakukan
transformasi dari masyarakat berbudaya tradisional menjadi masyarakat
yang berpikir analitis kritis dan berketerampilan iptek dengan tetap
menjunjung/memelihara nilai-nilai agama, keimanan, dan ketaqwaan
terhadap Tuhan Yang Maha Esa, serta nilai-nilai luhur budaya bangsa
Manusia
sebagai makhluk yang berakal budi tidak henti-hentinya mengembangkan
pengetahuannya. Akibatnya teknologi berkembang sangat cepat dan tidak
terbendung seperti tampak dalam teknologi persenjataan, computer
informasi, kedokteran, biologi dan pangan. Kemajuan teknologi tersebut
bila tidak disertai dengan nilai etika akan menghancurkan hidup manusia
sendiri seperti terbukti dengan perang Irak, pemanasan global, daya
tahan manusia yang semakin rendah, pemiskinan sebagian penduduk dunia,
makin cepat habisnya sumber alam, rusaknya ekologi, dan ketidakadilan.
Pertanyaan yang secara etis dan kritis harus diajukan adalah, apakah
teknologi yang kita kembangkan sungguh demi kebahagiaan manusia secara
menyeluruh? “Nilai kemanusiaan” sebagai salah satu nilai etika perlu
ditaati dalam mengembangkan teknologi
Memasuki
abad ke 21, berarti menapaki abad global. Akibat perkembangan tehnologi
informasi dan transportasi, dunia Inteernasional pada abad ini
mengalami sebuah perubahan besar, yang dikenal dengan era global. Dalam
era demikian, situasi dunia menjadi amat transparan, jendela
internasional, terdapat hampir disetiap rumah. Apa yang terjadi dsalah
satu sudut bumi dalam waktu singkat dapat ditangkap dari beerbagai
belahan dunia, pintu gerbang antar Negara semakin teerbuka, sekat sekat
budaya semakin hilang dan ujung ujungnya akan terbentuk apa yang disebut
Jhon Neisbitt sebagai Gaya Hidup Global.
Abad
ini ditandai dengan kemajuan sains dan teknologi yang sangat pesat.
Kemajuan itu terutama dipacu oleh kemajuan teknologi computer dan
informasi sehingga zaman ini sering disebut era revolusi baru yaitu
revolusi informasi.Produk dari kemajuan sains dan teknologi kian canggih
dan bermutu. Hampir dalam semua bidang kehidupan kita dapat menikmati
produk teknologi modern mulai dari peralatan rumah tangga sampai dengan
peralatan industri yang besar. Dengan semua kemajuan itu hidup manusia
dipermudah, diperlancar, dan lebih sejahtera. Tetapi di sisi yang lain,
kita melihat bahwa berbagai kemajuan tersebut juga membawa dampak
negatif bagi kehidupan manusia seperti lingkungan hidup yang tidak
nyaman, ketidakadilan dan bahkan penghancuran kelompok manusia.
Secara umum, etika menuntut kejujuran dan dalam iptek ini berarti kejujuran ilmiah (scientific honesty).
Mengubah, menambah, dan mengurangi data demi kepentingan tertentu
termasuk dalam ketidakjujuran ilmiah. Mengubah dan menambah data dengan
rekaan sendiri dapat dimaksudkan agar kurvanya memperlihatkan
kecenderungan yang diinginkan. Mungkin penelitinya sendiri yang
menginginkan agar hasil penelitiannya sesuai dengan teori yang sudah
mapan. Mungkin penaja (sponsor) peneliti itu yang ingin menonjolkan
citra produk industrinya. Mereka-reka data semacam itu merupakan the sin of commission. Sebaliknya membuang sebagian data yang “memperburuk” hasil penelitian adalah the sin commission. Penghapusan data yagn “jelek” itu mungkin dimaksudkan oleh penelitinya agar analisis datanya memperlihatkan keterandalan (realibility)
yang lebih baik. Lebih jahat lagi kalau dosa komisi itu dilakukan untuk
menyembunyikan efek samping yang negatif dari produk yang diteliti.
Ketidakjujuran ilmiah semacam ini pernah dilakukan peneliti yang ditaja
pabrik penyedap rasa (monosodium glutamate) di Thailand.
Kalau
data yang dibuang itu dinilai sebagai penyimpangan dari kelompok yang
sedang diteliti, dan karenanya harus ikut diolah, kejujuran ilmiah
menuntut penjelasan tentang penghapusannya. Perlu juga disebutkan
patokan yang dipakai untuk menentukan ambang nilai data yang harus ikut
dianalisis, misalnya patokan Chauvenet.
Sekarang umat manusia menghadapi masalah-masalah yang sangat serius, yang menyangkut teknologi dan dampaknya pada lingkungan. Kenyataan ini memunculkan pertanyaan-pertanyaan yang mendasar tentang etika:
a. Norma-norma
etika (dan agama) yang seperti apakah yang harus kita patuhi dalam
penelitian di bidang bioteknologi, fisika nuklir dan zarah keunsuran,
serta astronomi dan astrofisika?
b. Dalam penelitian kedokteran dan genetika, apakah arti kehidupan?
c. Dalam penelitian dampak teknologi terhadap lingkungan, bagaimana seharusnya hubungan manusia dengan alam, baik yang nirnyawa(the inanimate world) maupun yang bernyawa.
d. Apakah
masyarakat yang baik itu, dan dapatkah dikembangkan pengertian yang
universal tentang kebaikan bersama yang melampaui individualisme,
nasionalisme, dan bahkan antroposentrisme?
Dalam
bioteknologi (termasuk rekayasa genetika) dan kedokteran, pertanyaan
tentang arti, mulai dan berakhirnya kehidupan sangat penad (relevant).
Apakah orang yang berada dalam keadaan koma dan fungsi faal serta
metabolismenya harus dipertahankan dengan alat-alat kedokteran
elektronik dalam jangka panjang yang tidak tertentu masih mempunyai
kehidupan yang berarti ? Tak bolehkah ia minta (misalnya sebelum
terlelap dalam keadaan seperti itu), atau diberi, euthanasia berdasarkan informed consent
dari keluarganya yang paling dekat? Ini mengacu ke arti dan berakhirnya
kehidupan. Mulainya kehidupan, penting untuk diketahui atau ditetapkan
(dengan pertimbangan ilmu dan agama) untuk menentukan etis dan tidaknya menstrual regulation
(“MR”) dan aborsi, terutama dalam hal indikasi medis dari risiko bagi
ovum yang telah dibuahi dan terlebih-lebih lagi bagi ibunya, kurang
meyakinkan.
Bioteknologi/rekayasa
genetika mungkin hanya boleh dianggap etis jika tingkat kegagalannya
yang mematikan embrio relative rendah dan – bila menyangkut manusia –
hanya mengarah ke eugenika negatif. Tanaman dan organisme harus
disikapi dengan hati-hati, baik dari segi perkembangan jangka
panjangnya yang secara antropo sentries mungkin membahayakan kehidupan
kita, maupun dari segi pengaturannya dalam tata hukum dan ekonomi
internasional yang biasanya lebih menguntungkan negara-negara maju.
Etiskah untuk mematenkan organisme dan tanaman yang telah diubah secara
genetic (genetically modified)? Adilkah itu dan apakah itu
tidak mengancam kelestarian plasma nutfah? Keadilan yang dimaksudkan di
sini adalah keadilan agihan (distributive justice). Pengagihannya bukan hanya secara spatial, tetapi juga secara temporal. Dimensi spatiotemporal dari keadilan distributive ini tersirat dalam pengertian tentang “pembangunan yang terlanjutkan” (sustainable development) menurut Gro Harlem Brundtland.
IPTEK
dalam kehidupan manusia memanglah telah mebawa perubahan yang sangat
besar. Karenanya kini semua dapat terfasilitasi dengan lebih mudah dan
modern. Namun walau pengaplikasiannya mendatangkan kemajuan bagi
kehidupan masyarakat tetap saja harus memperhatikan segala entitas yang
ada dalm lingkungan diluarnya. Pengaplikasian IPTEK harus sesuai dengan
aturan yang ada dan memperhatikan segala dampak buruk yang dapat
ditimbulkan bagi manusia sebagai pengaplikasinya ataupun dengan
lingkungan sebagai area pengaplikasianya. Semua harus berjalan dengan
seimbang. Kemajuan IPTEK harus tetap diimbangi dengan pemeliharaan
keseimbangan dan kelestarian lingkungan. Jangan sampai kemajuan yang
dihasilkan mengakibatkan keburukan bagi lingkungan. Sesungguhnya
pengembangan IPTEK yang menghasilkan kemajuan jika dibarengi dengan
pemanfaatannya bagi peningkatan kelestarian dan pemeliharaan lingkungan
akan lebih membawa kemaslahatan bagi kemajuan kehidupan bangsa sehingga
pembangunan yang terencana pun dapat terealisasi dengan lebih baik dan
sempurna.
Bila
dikaji dari aspek substansi pengembangan kemampuan Iptekpun telah
menunjukkan berbagai perkembangan yang berarti dalam upaya peningkatan kesejahteraan dan taraf hidup rakyat, antara lain:
Pertama kegiatan pengembangan iptek di bidang kebutuhan dasar manusia yang
meliputi bidang kesehatan, pertanian, pangan dan gizi, permukiman dan
perumahan, serta pendidikan telah memberikan sumbangan besar bagi
tercapainya swasembada beras, perbaikan gizi masyarakat, peningkatan
derajat kesehatan masyarakat, serta peningkatan kecerdasan kehidupan
masyarakat.
Kegiatan
iptek di bidang pertanian telah berhasil melepas 98 varietas unggul
padi, yang meliputi 70 varietas unggul padi sawah, 9 varietas padi
pasang surut, dan 19 varietas padi gogo, serta 79 varietas unggul
palawija. Kegiatan iptek di bidang tanaman horti kultura
telah menghasilkan 17 varietas unggul. Kegiatan penelitian di bidang
kesehatan dan gizi dalam rangka penanggulangan kebutaan terhadap
anak-anak karena kekurangan vitamin A, berhasil digunakan sebagai contoh
untuk diterapkan pada negara berkembang lainnya.
Kedua
kegiatan pengembangan iptek dalam sumber daya alam dan energi
menghasilkan data dan informasi yang bermanfaat untuk pelestarian fungsi
dan kemampuan lingkungan hidup dan sumber daya alam. Melalui kegiatan
survei dan pemetaan telah dihasilkan 2.546 peta dasar rupa bumi, 973
peta dasar radar, dan 380 peta toto dalam berbagai skala. Dalam upaya
mengendalikan pencemaran lingkungan, telah dikembangkan lasilitas
pengolahan limbah, penguasaan teknologi bersih lingkungan, dan
pengembangan proses daur ulang. Dalam upaya melestarikan keanekaragaman
hayati, telah ditangkarkan beberapa fauna langka, inventarisasi hutan
dengan menggunakan citra satelit ataupun foto udara, dan peningkatan
koleksi tanaman di kebun raya.
Ketiga,
kegiatan pengembangan iptek di bidang industri, khususnya industri
pesawat terbang, melalui alih teknologi telah mencapai tahap integrasi teknologi
dan sedang menuju ke tahap berikutnya dari transformasi teknologi,
yaitu pengembangan teknologi baru untuk menghasilkan produk baru. Hal
itu ditunjukkan dengan kemampuan mengembangkan dan memproduksi pesawat
CN 235, dan sedang dirancangnya pesawat terbang N 250 yang merupakan
upaya mencapai tahap transformasi teknologi ketiga.
Untuk industri
maritim dan perkapalan telah mampu mendesain kapal ikan Mina Jaya 15,
20, 30 DWT yang sesuai dengan kondisi perairan Indonesia, kapal Maruta
Jaya 2.050 DWT, Caraka Jaya 1.000-3.600 DWT. Dalam bidang industri
transportasi darat, industri kereta api, telah diekspor 150 gerbong
kereta api, menguji komponen prototipe kereta rel listrik, girder jalan
layang Sosro Bahu, dan bantalan rel yang terbuat dari beton.
Keempat
industri telekomunikasi dan elektronika telah mampu memproduksi
komponen transistor frekuensi tinggi untuk penguat daya transistor dan
komponen semikonduktor untuk keperluan avionik, pemancar radio dan
televisi untuk daerah terpencil, serta dikembangkannya komunikasi
telepon yang menggunakan frequency division multiplexing (FDM). Sebagian
dari produk tersebut di atas telah pula diekspor. Selain itu, telah
berhasil diproduksi perangkat stasiun bumi kecil, stasiun pemancar
televisi serta penerapan metode elemen hingga (MEH) dalam bentuk
perangkat lunak. Adapun di bidang penerapan sistem kontrol otomatik
telah dihasilkan beberapa prototipe robot untuk keperluan industri.
Kelima
dalam industri energi telah berhasil dibuat desain turbin uap batu bara
untuk pembangkit listrik dengan kekuatan 50 kilowatt, model pemanfaatan
energi matahari untuk pembangkit tenaga listrik, penggerak pompa
irigasi, dan pengolah air laut menjadi air tawar. Di samping itu, juga
berhasil dikembangkan pemanfaatan batu bara sebagai kokas dan sebagai
karbon aktif. Selain itu, telah berhasil diterapkan hasil studi mengenai
Enhanced Oil Recovery (EOR) di beberapa ladang minyak. Juga berhasil
ditingkatkan keandalan saluran interkoneksi dan dikembangkan pembuatan
briket gambut untuk keramik.
Dalam
rangka meningkatkan kemampuan di bidang pertahanan keamanan negara,
telah dilakukan berbagai pengkajian, penelitian, dan pengembangan yang
bertujuan meningkatkan keandalan dan efisiensi pengoperasian dan
pemeliharaan peralatan utama sistem senjata ABRI. Kerja sama antara
lembaga penelitian dan pengembangan hankam dengan lembaga penelitian
pemerintah, perguruan tinggi dan industri strategis telah dirintis dalam
rangka perumusan persyaratan teknis/operasional sistem senjata,
pengembangan beberapa peralatan/sistem senjata, serta penerapan beberapa
jenis teknologi, seperti teknologi inderaja, teknologi material, dan
teknologi perangkat lunak.
Pengembangan kemampuan iptek di bidang sosial budaya, falsafah, ekonomi, hukum,
dan perundang-undangan yang dilakukan oleh lembaga penelitian
pemerintah, masyarakat, dan swasta telah melahirkan pemikiran baru dan
membuka cakrawala baru di bidang sosial budaya dan dalam pelaksanaan
manajemen pembangunan. Pemikiran dan perubahan baru di berbagai bidang
itu juga merupakan perpaduan dari hasil penelitian dan pendidikan.
Berbagai hasil penelitian dan karya tulis yang mendorong cara pikir dan
cara pandang iptek itu telah mendorong masyarakat memiliki perhatian
saksama dalam memanfaatkan, mengembangkan, dan menguasai iptek.
Kemajuan
IPTEK sangat berperan dalam peningkatan mutu bangsa dalam berbagai
bidanga baik bidak ekonomi, social, pertahanan keamanan dan sebagainya.
Ekonomi
adalah kebutuhan manusia, maka sipa yang dapat menguasai perekonomian,
dialah yang memegang kekuasaan. Pada saat mata pencaharian utama manusia
masih menyangkut soal tanah, kaum feodallah yang memegang kekuasaan.
Sedangkan ketika industri memegang peranan penting dalam ekonomi maka
kaum kapitalislah yang memegang peranan utama dalam penyediaan segala
kebutuhan manusia. Sekarang kaum kapitalis industrialis telah banyak
mengembangkan usahanya hingga melampaui batas negaranya yang disebut
Multi National Corporation ( MNC ). Kadang – kadang perusahaan
perusahaan multinasional ini di negara – negara berkembang ikut serta
menentukan politik pemerintahan. Perusahaan besar semacam itu tidak
mungkin berkembang tanpa dukungan teknologi
Walaupun
sebagian penduduk dunia masih hidup di bawah garis kemiskinan namun
sebagian besar sudah dapat merasakan manfaat dipergunakannya teknologi
modern, karena kebutuhan hidupnya dapat dengan mudah diperoleh dengan
harga yang relative lebih murah. Cara pembayarannya pun dapat dilakukan
dengan tunai atau kredit.
Dengan berkembangnya industri dan kegiatan ekonomi, maka memungkinkan
orang hidup dalam lapangan pekerjaan tersebut. Hal tersebut dapat
dilihat dari angka – angka yang menunjukan bahwa pekerja di pabrik atau
perusahaan terus meningkat sedangkan bekerja di sector pertanian makin
menurun.
Nilai
social juga berubah. Pada masa lalu orang merasa bahwa menjadi pegawai
negeri dinilai lebih tinggi status sosialnya dibandingkan para pedagang atau pengusaha. Sekarang menjadi pengusaha atau karyawan pabrik dianggap sebagai tenaga professional yang mempunyai nilai status yang tinggi.
Makin
berkembangnya teknologi menyebabkan industri memproduksi barang secara
missal juga meningkat. Tetapi sering kali juga dimanfaatkan untuk
kepentingan yang negatif seperti peniruan atau pemalsusan merek dagang
dan sebagainnya. Kian majunya masyarakat yang dibarengi dengan
peningkatan jumlah penduduk, menyebabkan manusia sering kehilangan nilai
etisnya dan mudah melakukan tindakan yang tercela dan melanggar hukum.
Budaya dapat berwujud tiga hal, yaitu idea tau gagasan, tingkah laku atau tindakan dan benda atau barang yang dihasilkan oleh manusia. Jadi budaya mempunyai pengertian yang luas.
Seperti
telah diuraikan di atas, teknologi dan industri mempunyai dampak
positif dan negatif. Karena itu hendaknya teknologi secara efektif mampu
memerangi kemiskinan, keterbelakangan dan menjamin kemajuan bagi bangsa
manusia. Manusia juga perlu sadar bahwa orang menciptakan sesuatu bukan
untuk menghancurkan, melainkan untuk kesejahteraan umat.
Implementasi
dalam pelaksanaan pertahanan negara tidak terlepas dari aspek ilmu
pengetahuan dan teknologi (Iptek). Kemajuan teknologi tetap merupakan
kebutuhan yang sangat mendasar bagi pertahanan negara. Untuk mencapai
kemajuan tersebut perlu adanya suatu pemantauan secara berkelanjutan
terhadap perkembangan teknologi pertahanan dari seluruh dunia dan
meningkatkan kemampuan teknologi pertahanan sesuai dengan tuntutan
kebutuhan yang ada. Salah satu kebutuhan yang harus dipenuhi adalah
adanya tuntutan untuk selalu meningkatkan bargaining power di segala
bidang dalam era globalisasi ini karena negara-negara yang tidak
menguasai atau bahkan tidak menerapkan kemajuan teknologi, akan
tertindas dan terdikte oleh negara lain yang lebih menguasai teknologi.
Untuk mengurangi ketergantungan terhadap pihak luar dalam teknologi
pertahanan maka diperlukan suatu penanganan yang serius terhadap
kemajuan teknologi tersebut dan dihadapkan pada keberagaman teknologi
yang telah berkembang, diperlukan Sumber Daya Manusia (SDM) yang dapat
expert dan profesional di bidang Iptek sehingga dapat meningkatkan
kinerja sesuai kepentingan pertahanan saat ini dan yang akan datang
Pertahanan
negara pada hakekatnya merupakan upaya untuk mengatasi ancaman yang
berasal dari dalam maupun luar negeri, dengan kata lain yakni untuk
melindungi kepentingan nasional dan mendukung pencapaian pembangunan
nasional. Ilmu pengetahuan dan teknologi untuk mendukung kepentingan
pertahanan negara diartikan sebagai penerapan berbagai disiplin ilmu
pengetahuan untuk menghasilkan produk teknologi yang berupa barang atau
alat peralatan untuk mendukung kemampuan dan penyiapan kekuatan
pertahanan negara.
Dilihat
dari perspektif pembangunan nasional yang mensyaratkan adanya
keseimbangan yang harmonis antara aspek security dan prosperity
nasional, maka dukungan Iptek dalam upaya pertahanan negara mutlak
diperluaskan, dapat diartikan bahwa Iptek merupakan faktor pengganda
kekuatan (force multiplier) kaitannya dengan peningkatan aspek-aspek
antara lain efektifitas sista, mobilitas dan sebagainya. Walau sampai
saat ini belum sampai pada tahap pembuatan sista secara mandiri, namun
dalam rangka mewujudkan kesiapan operasional sista yang dimiliki
memerlukan penguasaan Iptek. Secara makro dapat dikemukakan bahwa peran
Iptek yang menonjol dalam pembangunan pertahanan nasional antara lain
adalah dapat memacu terwujudnya kemampuan dalam memenuhi kebutuhan
peralatan pertahanan secara mandiri, khususnya dukungan tersedianya alat
peralatan pertahanan secara berkesinambungan suku cadang dan
pemeliharaan.
Teknologi Pertahanan Negara Maju
Beberapa
negara maju telah mengelompokkan atau merumuskan teknologi yang terkait
untuk kepentingan pertahanan diantaranya adalah United State.
Departemen Pertahanan Amerika mengelompokan teknologi yang terkait
dengan pertahanan (Military Critical Technologies) sebagai berikut :
a. Aeronautics systems technology, meliputi : Aircraft, fixed wing; Gas turbine engines; Human (crew) system interfaces. Teknologi
yang mendukung adalah : Manufacturing & fabrication; Electronic
systems; Information systems; Sensors & lasers; Power systems;
Materials; Missiles. Negara yang menguasai teknologi tersebut adalah US,
United Kingdom, Germany dan France.
b. Armaments
and Energetic Materials Technology, meliputi : Ammunition, small and
medium caliber; Boms, warheads, and large caliber projectiles; Energetic
materials; safing, arming, fuzing, and firing; Gun and artillery
systems; Mines, countermines, and demolition systems. Teknologi yang
mendukung adalah : Manufacturing fabrication; Guidance, navigation &
vehicle control; Information Systems; Sensors & lasers; Materials.
Negara yang menguasai teknologi tersebut adalah US, United Kingdom,
Russia, Germany, danFrance, diikuti oleh Sweden dan China.
c.
Chemical and Biological Systems Technology, meliputi : Chemical and
biological defense systems; Detection, warning, and identification.
Teknologi yang mendukung adalah : Biotectology; Manufacturing;
information systems; Sensors. Negara yang menguasai teknologi tersebut
adalah US, United Kingdom, Russia, Sweden, Japan, Israel, Germany,
France, Canada, diikuti oleh Switzerland, Czech republic, Netherland,
dan China.
Dari
referensi diatas, dapat kita ambil sebagai bahan komparatif untuk
penerapan teknologi pertahanan di negara Indonesia. Namun perlu
mempertimbangkan faktor-faktor seperti kondisi, kebutuhan, dan kemampuan
Indonesia saat
ini dan yang akan datang serta strategi pertahanan yang akan
diimplementasikan. Untuk merumuskan dan menentukan teknologi pertahanan
juga sangat terkait dengan filosofi dan visi negara kita bagaimana.
Seperti Amerika yang mempunyai visi negaranya sebagai “Polisi dunia”,
Singapura visinya “mempertahanankan kekuatan di udara”, maka strategi
negaranya juga sangat berbeda dengan negara-negara lainnya. Hal ini
sangat berpengaruh terhadap penentuan teknologi apa yang akan berperan
dibutuhkan untuk pertahanan negaranya.
SDM (Human Resource) adalah bagian dari manusia yang memiliki potensi untuk
dikembangkan sebagai sumber daya. Sedangkan tenaga ahli (expert) adalah
bagian dari tenaga kerja yang sudah lebih ditingkatkan lagi ketrampilan
dan kemahirannya dalam bidang pekerjaan masing-masing. SDM profesional
dan expert untuk kepentingan pertahanan ini dipersiapkan sejak dini
secara terus menerus untuk menjamin keberlanjutannya kebutuhan
pertahanan negara utamanya menjamin keutuhan wilayah kedaulatan NKRI.
Untuk
menentukan kemampuan apa yang dibutuhkan oleh SDM yang profesional di
bidang Iptek dirumuskan dengan mengacu pada upaya pertahanan negara dan
Iptek pertahanan. Ilmu Pengetahuan dan Teknologi yang terkait dengan
pertahanan sesuai analisis dengan merefer uraian teknologi diatas secara
garis besarnya berfokus pada teknologi : Manufacturing &
fabrication; Information systems; Electronic systems; Materials; Sensors
& lasers; Guidance, navigation & vehicle control;
Biotechnology; Power systems; Instrumentation; Propulsion systems,
Vetronics, Aeronautics, Chemical & biological systems, Signature
reduction, Computer dan simulation. Ilmu pengetahuan tersebut diatas
perlu dikembangkan dari mulai pendidikan setaraf Sekolah Menengah Atas,
sampai dengan perguruan tinggi maupun sekolah tinggi kejuruan. Untuk
menghasilkan SDM yang expert tidak bisa dilakukan dalam waktu yang
singkat, perlu pelatihan dan penempatan pekerjaan sesuai dengan disiplin
ilmu tersebut agar pengkaderan dan profesionalisme dapat dikembangkan.
Di Indonesia nampaknya hal demikian belum teraktualisasikan dengan baik,
masih perlu “good will” dari para pucuk pimpinan dalam menempatkan SDM
yang sesuai bidangnya.
Sistem keamanan yang didukung oleh penguasaan iptek yang memadai dapat meningkatkan
daya tangkal secara efektif untuk mempertahankan bangsa dan negara dari
berbagai ancaman keamanan baik yang bersifat tradisional maupun non
tradisional.
Masalah Teknologi Maju di Negara Berkembang
Pada
era pembangunan sekarang ini, masyarakat Indonesia sudah terlibat dalam
sentuhan teknologi maju, dan bahkan telah sampai ke desa – desa.
Teknologi maju membawa juga semacam gaya hidup yang senang dan mewah.
Makin
majunya teknologi tersebut makin melahirkan sifat yang menyenangkan dan
mewah, dan juga seringkali makin mahal. Karena memang sudah mendorong
lahirnya pola hidup mewah di kalangan berada terutama di kota – kota
besar.
Persentuhan
masyarakat Indonesia dengan kemajuan teknologi nampaknya menciptakan
hasil yang bersegi dua. Di satu pihak membawa gaya hidup yang serba
menyenangkan. Tetapi di lain pihak membawa juga problem social yang
gawat yaitu mempertajam jurang pemisah antara lapisan kaya dan lapisan
miskin di kalangan masyarakat, serta seringkali juga mempermudah
terjadinya benacan – bencana bagi kehidupan manusia itu sendiri.
Penggunaan teknologi maju di sector modern di negara berkembang seperti
Indonesia kadang – kadang tidak dapat dihindarkan jika memang lebih
efisien daripada teknologi lainnya. Namun dalam menentukan teknologi
yang akan digunakan sangat diperlukan pendekatan selektif yang
,menghindarkan penggunaan teknologi maju secara luas tanpa pertimbangan
mengenai keuntungan atau manfaat bagi masyarakat.
Perlu
diketahui bahwa teknologi maju dikembangkan sesuai dengan keadaan dan
lingkungan khas di negara – negara maju, yang dalam hal tersebut amat
berbeda dengan keadaan dan lingkungan negara berkembang, namun kurang
diketahui perbedaan apa yang menyebabkan kesulutan dalam pengalihan
teknologi maju di negara – negara berkembang.
a. Dalam
bidang organisasi, perbedaan utama antara negara – negara maju dan
negara – negara berkembang adalah skala produksi dari unit produksi di
negara erkembang. Skala produksi yang besar sering diperlukan dalam
penggunaan teknologi maju dan menghasilkan “ Economic of Scal “, yaitu
penurunan dalam biaya satuan makin besar skal produksi. Lagipula, unit
produksi yang besar itu memerlukan teknik pengolahan yang maju pada
umumnya langka skala di negara berkembang.
b. Dalam
bidang teknik, penggunaan teknologi maju oleh negara-negara berkembang
memerlukan masukan barang – barang dan jasa – jasa yang perlu diimport
dari negara maju, karena tidak tersedia atau belum dapat dihasilkan oleh
negara berkembang.
c. Dalam
bidang ekonomi, penggunaan teknologi maju di negara berkembang teritama
mempengaruhi kesempatan kerja yang tersedia. Hal tersebut disebabkan
oleh perbedaan pokok antara negara maju dan negara berkembang, yaitu
tingkat pendapatan per kapita yang rendah di negara berkembang yang
menyebabkan perlu tingkat tabungan per kapita yang rendah di negara
berkemabang.
Karena
sumber pembiayaan invesatasi adalah tabungan, maka dengan sendirinya
tabungan per kapita yang rendah akan berarti tingkat biaya per kapita
yang rendah yang tersedia sebagai invesatasi. Kesulitan yang timbul
dalam pengalihan teknologi maju ke negara berkembang di sebabkan oleh
karena teknologi maju tersebut dikembangkan di negara maju yang mampu
untuk menunjang tingkat invesatasi per kapita yang tinggi.
Teknologi
ini umumnya dicirikan oleh perbandingan modal tenaga kerja yang tinggi.
Oleh karena itu jika teknologi maju digunakan juga di negara
berkembang, maka hal tersebut akan berarti persediaan tabungan yang
relative terbatas jumlahnya akan terpaksa dipusatkan pada kelompok kerja
yang menggunakan teknologi maju. Tetapi dengan demikian tidak akan
tersedia cukup dana tabungan lagi untuk mempekerjakan seluruh tenaga
kerja di sector lain yang tidak memerlukan teknologi maju. Dengan
demikian maka penggunaan teknologi maju yang kurang selektis dapat
mempersulit penanggulangan masalah pengangguran dan setengah
pengangguran yang umum terdapat di negara berkembang, termasuk
Indonesia. Suatu konsekuensi lain dari pengalihan teknologi maju ke
negara berkembang yang belum mempunyai kemampuan sendiri untuk
mengembangkan teknologi yang tepat guna dengan lingkungan dan kebutuhan
negara tersebut adalah ketergantungan teknologi pada negara maju. Hal
tersebut disebabkan oleh karena negara maju memang dapat menjual
teknologi maju kepada negara berkembang, namun bukan pengetahuannya atau
kemampuan untuk mengembangkan teknologi tersebut. Tetapi karena
teknologi di negara maju berkembang terus, maka ketergantungan teknologi
negara berkembang menjadi semakin besar, oleh karena negara berkembang
dapat membeli teknologi maju dari negara maju, tetapi tidak dapat
membeli pengetahuan yang diperlukan untuk menghasilkan teknologi maju
tersebut.
IPTEK
memegang peranan penting bagi negara-negara berkembang dalam proses
peningkatan standar hidup, kesejahteraan, dan melindungi sumber daya
alam dan keanekaragaman hayati. Negara-negara berkembang menghadapi
berbagai tantangan jangka pendek dan jangka panjang. Perubahan
penggunaan lahan melalui penggundulan hutan dan perubahan lahan
pertanian akibat aktivitas sosio-ekonomi di daerah tangkapan air di
hulu, telah menyebabkan terjadinya berbagai kerusakan lingkungan dan
infrastruktur akibat bencana yang ditimbulkannya. Kerusakan lingkungan
di daerah tangkapan air, menyebabkan kelangkaan air bersih di berbagai
negara, selain bencana banjir ketika musim penghujan
Lingkungan
hidup adalah kesatuan ruang dengan semua benda, daya, keadaan, dan
mahluk hidup (termasuk di dalamnya manusia dan perilakunya) yang
mempengaruhi peri-kehidupan dan kesejahteraan manusia serta mahluk hidup
lainnya. Oleh karena itu kelestarian dan keseimbangan alam perlu
dipertahankan agar senantiasa memberikan daya dukung bagi kehidupan
manusia ke taraf hidup yang lebih baik.
Namun yang terjadi kini malah sebaliknya, Dominasi manusia terhadap lingkungan seringkali
berdampak buruk. Pembangunan dan penguasaan iptek dalam mengeksplorasi
alam untuk peningkatan ekonomi seringkali melampaui batas dan sering
kali mengabaikan kondisi lingkungan itu sendiri. Padahal kemampuan
sumber daya dan kemampuan alam untuk mengeliminasi Zat pencemar adalah
terbatas. Apalagi saat ini, krisis yang melanda negeri ini menyebabkan
kehidupan lebih memburuk.
Belum
optimalnya peran iptek dalam mengatasi degradasi fungsi lingkungan
hidup. Kemajuan iptek berakibat pula pada munculnya permasalahan
lingkungan. Hal tersebut antara lain disebabkan oleh belum berkembangnya
sistem manajemen dan teknologi pelestarian fungsi lingkungan hidup.
Sistem tersebut akan mendorong pengembangan dan pemanfaatan iptek yang
bernilai ekonomis, ramah lingkungan dan mempertimbangkan nilai-nilai
sosial budaya masyarakat setempat.
Sektor
lingkungan hidup merupakan isu penting di dunia saat ini. Secara garis
besar, pemanfaatan iptek harus senantiasa mempertimbangkan usur
lingkungan hidup. Artinya, pemanfaatannya harus sejauh mungkin ramah
lingkungan. Komitmen
pemerintah terhadap lingkungan hidup juga sudah lumayan tinggi. Salah
satu buktinya, sudah ada Kementerian Negara Lingkungtan Hidup yang
khusus mengurusi hal itu pada pemerintahan yang ada saat ini.
Tuntutan
terhadap pengembangan Ilmu Pengetahuan dan teknologi (IPTEK) saat ini
semakin mengemuka. IPTEK dituntut mampu mencari berbagai alternative
pemecahan masalah yang ada ditengah-tengah masyarakat dengan
mengembangkan perilaku kritis, obyektif, dan rasional sehingga bisa
mengetahui kebutuhan riil yang dirasakan oleh masyarakat secara
langsung.
IPTEK
bukanlah suatu system tersendiri yang hanya berada diruang penelitian
dan laboratorium dalam sebuah menara gading yang terpisah dari
masyarakat sekitarnya. Pada akhirnya, IPTEK harus mampu menjadi suluh
penerang dan pedoman bagi seluruh warga masyarakat untuk bisa membawanya
ke Indonesia yang gemilang. Dengan memperhatikan perkembangan dan
kemajuan zaman dengan sendirinya pemanfaatan dan penguasaan IPTEK mutlak
diperlukan untuk mencapai kesejahteraan bangsa.
Peran
iptek dalam membangun peradaban suatu bangsa telah lama diakui secara
universal, pengalaman berbagai negara menunjukkan secara jelas bahwa iptek menduduki peran sentral bagi pertumbuhan dan bagi memperkokoh daya saing utama pada arena persaingan global.
Perubahan
ke empat pasal 31 ayat 5 uud 1945, yang berbunyi “pemerintah memajukan
ilmu pengetahuan dan teknologi dengan menjunjung tinggi nilai-nilai
agama dan persatuan bangsa untuk kemajuan peradaban serta kesejahteraan
umat manusia”, perlu kita jabarkan dan terapkan dalam program
pembangunan bangsa.
Tugas
yang mulia ini tentunya bukan hanya tugas pemerintah saja tetapi
merupakan tugas kita bersama melihat betapa pentingnya peran iptek dalam
mewujudkan peradaban dan kesejahteraan bangsa, maka sudah selayaknya
pengembangan dan pemanfaatannya dilakukan secara nasional, dalam arti
merata di seluruh daerah. Salah satu modal dasar bagi pengembangan dan
pemanfaatan iptek di tingkat daerah adalah regulasi kewenangan yang
lebih bersifat otonomis. Sejak diberlakukannya uu no. 22 tahun 1999
tentang pemerintahan daerah yang memberikan otonomi lebih luas kepada
daerah untuk mengurus dirinya sendiri. Serta diberlakukannya
undang-undang nomor 18 tahun 2002 tentang sistem nasional penelitian,
pengembangan, dan penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi, maka
inisiatif daerah untuk mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi
seharusnya juga semakin tinggi. Kedua undang-undang tersebut merupakan
tuntunan bagi kita semua baik yang di pusat maupun di daerah dalam
melaksanakan pembangunan nasional dibidang iptek kedua undang-undang
tersebut juga mengamanatkan kepada kita agar kita mampu
menumbuhkembangkan jaringan sistem, penelitian, pengembangan dan
penerapan iptek mulai dari tingkat nasional sampai daerah.
Sebagai contoh Peran IPTEK untuk meningkatkan kesejahteraan adalah sebagai berikut :
a. Penyediaan pangan
Perkembangan
IPTEK dalam bidang pangan dimungkinkan karena adanya pendidikan,
penelitian dan pengembangan di bidang pertanian terutama dalam
peningkatan produktivitas melalui penerapan varitas unggul, pemupukan,
pemberantasan hama dan penyakit, pola tanaman dan pengairan. Namun di
sisi lain perkembangan tersebut berdampak fatal, misalkan saja
penggunaan pestisida dalam pemberantasan hama ternyata dapat menyebabkan
penyakit dalam tubuh manusia.
b. Penyediaan Sandang
• Pada awalnya bahan sandang dihasilkan dari serat alam seperti kapas, sutra, woll dan lain-lain
• Perkembangan
teknologi matrial polimer menghasilkan berbagai serat sintetis sebagai
bahan sandang seperti rayon, polyester, nilon, dakron, tetoron dan
sebagainya
• Kulit sintetik juga dapat dibuat dari polimer termoplastik sebagai bahan sepatu, tas dan lain-lain
• Teknologi pewarnaan juga berkembang seperti penggunaan zat azo dan sebagainya.
c. Penyediaan Papan
• Teknologi
papan bersangkut paut dengan penyediaan lahan dan bidang perencanaan
seperti city planning, kota satelit, kawasan pemukiman dan sebagainya
yang berkaitan dengan perkembangan penduduk
• Awalnya bahan pokok untuk papan adalah kayu selanjutnya dikembangkan teknologi matrial untuk mengatasi kekurangan kayu
• Untuk
mengatasi kekurangan akan lahan dikembangkan teknologi gedung
bertingkat, pembentukan pulau-pulau baru, bahkan tidak menutup
kemungkinan pemukiman ruang angkasa.
d. Peningkatan Kesehatan
• Perkembangan Ilmu Kedokteran seperti : ilmu bedah dan lain-lain
• Penemuan alat-alat kedokteran seperti : stetoskup, USG, dan lain-lain
• Penemuan obat-obatan seperti anti biotik, vaksin dan lain-lain
• Penemuan radio aktif untuk mendeteksi penyakit secara tepat seperti tumor dan lain-lain
• Penelitian tentang kuman-kuman penyakit dan lain-lain.
e. Penyediaan Energi
• Kebutuhan akan energi
• Sumber-sumber energi
• Sumber energi konvensional tak dapat diperbaharui
• Sumber energi pengganti yang tak habis pakai
• Konversi energi dari satu bentuk kebentuk yang lain.
Perbedaan
utama antara negara maju dan negara berkembang adalah kemampuan ilmu
pengetahuan dan teknologi. Kemajuan yang pesat di bidang ilmu
pengetahuan dan teknologi di negara-negara maju karna didukung oleh
sistem informasi
yang mapan. Sebaliknya, sistem informasi yang lemah di negara-negara
berkembang mengakibatkan keterbelakangan dalam penguasaan, ilmu
pengetahuan, dan teknologi. Jadi jelaslah bahwa maju atau tidaknya suatu
negara sangat di tentukan oleh penguasaan teirhadap informasi, karena
informasi merupakan modal utama dalam mengembangkan ilmu pengetahuan
dan.teknologi yang menjadi senjata pokok untuk membangun negara.
Sehingga apabila satu negara ingin maju dan tetap eksis dalam persaingan
global, maka negara tersebut harus menguasai informasi.
Di
era globalisasi dan informasi ini penguasaan terhadap informasi tidak
cukup harnya sekedar menguasai, diperlukan kecepatan dan ketepatan.
Sebab hampir tidak ada guna menguasai informasi yang telah usang,
padahal perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang sangat cepat
mengakibatkan usia informasi menjadi sangat pendek, dengan kata lain,
informasi lama akan diabaikan dengan adanya informasi yang lebih baru.
Masukan
(input) dan kontribusi langsung dari para pemegang peran (stakeholders)
yang lain; siswa, orang tua dan anggota masyarakat juga memberikan
informasi yang sangat membantu dan meningkatkan dukungan masyarakat bagi
pengembangan sekolah. Jika obyektifitas utamanya adalah memaksimalkan
pendidikan sumber daya manusia maka hal itu telah meningkatkan hubungan
komunikasi kita dengan seluruh sektor lingkungan pendidikan dan para
pemegang peran (stakeholders). Lagipula kunci utama untuk meningkatkan
komunikasi harus terfokus pada saling berbagi komunikasi terbuka dan
meningkatkan kesempatan untuk mendapatkan dukungkan dari segala bidang.
Kehidupan
kita sekarang perlahan lahan mulai berubah dari dulunya era industri
berubah menjadi era informasi di balik pengaruh majunya era globalisasi
dan informatika menjadikan computer, internet dan pesatnya perkembangan
teknologi informasi sebagai bagian utama yang harus ada atau tidak boleh
kekurangan dikehidupan kita. Aktifitas network globalisasi ekonomi yang
disebabkan oleh kemajuan dari teknologi informasi bukan hanya mengubah
pola produktivitas ekonomi tetapi juga meningkatkan tingkat
produktivitas;dan
pada saat bersamaan juga menyebabkan perubahan structural dalam
kehidupan politik, kebudayaan, kehidupan sosial masyarakat dan juga
konsep waktu dalam dalam berbagai lapisan masyarakat.
Dalam
globalisasi ekonomi, perekonomian dunia tidak akan lagi mengenal
batas-batas negara dan bahkan peranan negara diramalkan akan semakin berkurang.
Arus globalisasi ekonomi dipercepat oleh kemajuan teknologi yang makin
pesat khususnya di bidang transportasi, telekomunikasi dan informasi
yang memungkan arus orang, barang, jasa, dan informasi bergerak dengan
lebih cepat, dalam jumlah yang semakin besar, dengan kualitas yang
semakin baik, dan dengan biaya yang semakin murah. Persaingan antar
bangsa dalam memproduksi barang dan jasa akan semakin kuat dan ketat.
Kemajuan teknologi itu pulalah yang akan makin mempercepat proses
globalisasi di berbagai bidang kehidupan manusia. Dengan demikian, maka
penguasaan iptek dari suatu bangsa yang akan menentukan keberhasilan
bangsa itu menghadapi globalisasi dalam bidang ekonomi dan bidang
kehidupan lainnya.
C. DAMPAK NEGATIF ATAS PENYALAHGUNAAN IPTEK
Kemajuan
ilmu pengetahuan dan teknologi di satu sisi dapat membantu atau
mempermudah kinerja manusia dalam menjalankan usaha atau kreativitas dan
aktivitas, akan tetapi disisi lain dengan kemajuan dan perkembangan
ilmu pengetahuan dan teknologi dapat menghancurkan moral atau akhlak
manusia, karena manusia tidak bisa mengambil nilai manfaat dari
teknologi yang digunakan atau manusia menyalahgunakan ilmu pengetahuan
dan teknologi itu untuk kepentingan ”hasrat” sesaat. Hasrat sesaat yang
penulis maksud disini ialah menyalurkan kepentingan-kepentingan yang
dapat atau bisa merusak atau merugikan diri sendiri dan orang lain. Kemajuan
ilmu pengetahuan dan teknologi ini berkembang sesuai dengan tuntutan
jaman. Tidak terasa jaman telah berganti dan sekarang manusia berada
pada jaman era globalisasi, pusat-pusat informatika begitu mudah
didapat, persaingan begitu ketat baik dibidang usaha atau pekerjaan
maupun dibidang pendidikan. Proses globalisasi di satu sisi membuka
peluang besar untuk perkembangan manusia, disisi lain membuka
ketakutan-ketakutan dan ketidaksiapan manusia untuk menunjukkan skill
yang dimiliki, sehingga manusia yang tidak siap menghadapi datangnya
globalisasi menyatakan bahwa globalisasi sebagai sistem yang tidak
manusiawi.
Sebagai
sistem pengetahuan, sains harus dibedakan dari cara berpikir yang
berdasarkan ilmu pengetahuan yang saya sebut “sainsisme.” Paham ini
mengandaikan bahwa sains merupakan satu-satunya norma dalam hidup, bahwa
tidak ada sumber pengetahuan lain selain sains. Sainsisme juga
mengandaikan bahwa semua persoalan dalam hidup dapat dipecahkan oleh
sains dan teknologi. Sebagai contoh, ada orang berpendapat bahwa
eksploitasi terhadap orang miskin dibenarkan berdasarkan pengamatan
bahwa pada hakekatnya binatang berkembang melalui (prinsip) survival of
the fittest (yang kuat yang menang). Ini disebut “teori evolusi sosial” dan jelas berbeda dengan teori ilmiah evolusi. Saya
ingin menekankan bahwa sainsisme itu bukan merupakan konsekuensi sains.
Seperti sudah saya jabarkan, para saintis dewasa ini sadar dengan baik
akan keterbatasan sains itu sendiri.
Perkembangan
teknologi dan penelitian ilmiah merupakan kegiatan manusia dan
mempunyai dimensi moral dan etika. Kita harus menghindari sainsisme yang
menjadikan sains sebagai norma absolut kehidupan dan orang diijinkan
untuk melakukan apa saja yang mungkin dalam sains dan teknologi.
Manusia
memiliki dua peranan yang harus dilakoni dalam kehidupan ini, yaitu
manusia sebagai makhluk individu dan manusia sebagai makhluk sosial.
Sebagai seorang individu manusia memiliki sifat egois, ambisius dan
tidak pernah puas. Sedangkan dalam peranannya sebagai makhluk sosial
mereka dituntut untuk bisa berbagi dan saling tolong menolong.
Dari
kedua sifat yang saling bertolak belakang itulah muncul teknologi.
Singkat kata teknologi juga memiliki dua sifat yang berbeda, yaitu
positif dan negatif. Kedua dampak tersebut pasti berjalan beriringan
seiring dengan teknologi yang dihasilkan manusia. Karena akhir – akhir
ini banyak yang lebih mementingkan individualisme daripada sosial
kemasyarakat, maka teknologi yang dihasilkanpun cenderung kepada sifat
yang negatif. Banyak kerugian yang ditimbulkan daripada keuntungannya.
Sebagai contoh penerapan teknologi nuklir yang diselewengkan menjadi
senjata pemusnah masal dan pengerukan sumber daya alam secara berlebihan
yang berdampak pada hilangnya keseimbangan ekosistem di bumi. Kedua
contoh tersebut merupakan dampak negatif yang muncul akibat sifat egois,
ambisius dan tidak pernah puasnya manusia dalam kehidupannya.
Dari
kenyataan yang ada, kecuali dampak positif, kemajuan sains dan
teknologi juga memberikan dampak negative bagi hidup manusia. Di sini
disebutkan beberapa dampak negatif yang telah muncul antara lain dalam
bidang (1) informatika, (2) persenjataan, (3) biologi, (4) medis, dan
(5) lingkungan hidup.
Informatika. Kemajuan
teknologi komputer dan informasi, faktanya juga membuat dunia kejahatan
makin canggih. Praktek-praktek pencurian melalui jaringan computer dan
internet, seperti pembobolan bank, penipuan transaksi dagang via
internet, bahkan pembocoran rahasia sebuah institusi atau negara, juga
makin sering terjadi.
Kemajuan
teknologi komputer dan informasi ini, juga memungkinkan seseorang bisa
dirusak kehidupan pribadinya dengan cara penyebarluasan informasi yang
tidak benar dan gambar yang direkayasa menggunakan computer dan
disebarkan melalui internet. Di beberapa tempat, adanya internet
ternyata juga punya dampak negatif bagi banyak orang muda yang dengan
mudah mengakses situs pornografi dan informasi yang provokatif dan
menghasut dari kelompok-kelompok tertentu. Dan yang terburuk, terbukanya
keran informasi akibat majunya teknologi komputer dan informasi ini,
membuat mereka yang tak siap menjadi bingung menyikapinya.
Persenjataan.
Persenjataan yang canggih juga memiliki dampak negatif. Akibat yang
ditimbulkan senjata modern dan canggih, bisa lebih menimbulakn kerusakan
dan kerugian yang lebih besar atau korban yang jauh lebih banyak
jumlahnya ketimbang senjata konvensional, juga karena dengan itu korban
yang dibunuh dapat lebih banyak daripada perang tradisional. Senjata
modern dan canggih juga bisa membuat beberapa negara merasa sangat kuat
dan ingin menguasai atau memaksakan kehendak pada negara lain. Senjata
modern dengan efek penghancur yang dahsyat, seperti senjata dengan
uranium dan nuklir, bisa memicu persaingan dan pada tingkat tertentu
juga bisa menyulut pecahnya perang. Dewasa ini bahkan banyak riset yang
dilakukan untuk menciptakan senjata modern dan canggih dengan daya
penghancur luar biasa. Para ahli yang melakukan riset penciptaan senjata
itu, tentu juga berpikir untuk menguji senjata hasil buatan mereka. Ini
jelas bisa menjadi ancaman. Dalam situasi normal dan tenang, mereka
memang akan melakukan pengujian di darah aman dan tanpa penghuni. Tapi
siapa yang bisa menjamin bahwa mereka tak pernah berkeinginan untuk
menguji senjata mereka dalam kondisi sebenarnya, yakni menjadi mesin
perang untuk menghancurkan suatu Negara yang dihuni jutaan manusia.
Sebenarnya
kita dapat bertanya, mengapa mereka membuat persenjataan yang makin
canggih? Mengapa tidak membuat peralatan yang lebih berguna bagi
kesejahteraan manusia?
Biologi.
Teknologi rekayasa di bidang biologi juga mengalami kemajuan yang
sangat pesat. Dengan teknologi ini, kalangan ahli biologi kini mampu
mengembangkan apa yang disebut sebagai cloning yang bisa diterapkan pada tumbuhan, hewan, dan sangat mungkin juga pada manusia. Dengan rekayasa cloning
ini, para ahli memang dapat menciptakan mahluk baru tanpa melalui
pembiakan sebagaimana lazimnya. Termasuk dalam menciptakan organ manusia
yang diperlukan untuk memperbaiki atau memperbarui organ yang rusak.
Namun masalahnya tentu akan lain, juka praktek cloning itu
dilakukan untuk menciptakan manusia baru. Keinginan untuk menciptakan
manusia tanpa melalui perkawinan seperti ini, bahkan sudah memicu
munculnya pro-kontra diantara para ahli yang mendukung dan yang
menentangnya. Bila tidak disikapi secara kritis, praktek cloning manusia itu, bisa melahirkan dampak negatif dalam kehidupan manusia sendiri.
Dampak terburuk yang bisa terjadi bila praktek cloning
manusia itu dibiarkan adalah kemungkinan hilangnya kesadaran bahwa
mereka adalah mahluk ciptaan Tuhan. Kenyataan bahwa mereka bisa
menciptakan segalanya dengan cloning, bisa jadi justru akan
membuat mereka melupakan Sang Pencipta sendiri. Dampak lainnya adalah
kemungkinan munculnya sikap superioritas perempuan yang tidak akan
membutuhkan laki-laki, karena dapat mencipta manusia sendiri dari
dirinya. Hal ini akan mengganggu keseimbangan relasi manusia laki-laki
dan perempuan yang diciptakan Tuhan untuk saling membantu dalam suatu
perkawinan. Maka tata kehidupan baru akan bergolak.
Lingkungan hidup.
Dari banyak pengalaman, kerusakan lingkungan akibat pembangunan
industri masih terus terjadi. Sistem pengelolaan limbah industri yang
tidak ditata secara tepat dan baik, menyebabkan lingkungan bukan hanya
kotor, tapi juga tercemar. Asap dari industri dan juga transportasi juga
menyebabkan polusi udara yang mengakibatkan terjadinya penipisan
lapisan ozon dan terjadinya pemanasan global.
Pengambilan
sumber alam secara besar-besaran menggunakan perangkat berteknologi
canggih, melahirkan ancaman tidak tersedianya sumber alam bagi generasi
mendatang. Penebangan hutan secara besar-besaran yang
dilakukan tanpa memperhitungkan akibatnya, menyebabkan terjadinya
penggundulan hutan yang juga mendorong makin meningkatnya suhu udara di
muka bumi ini. Pembangunan reactor nuklir di tempat yang tidak tepat dan
tidak secara teliti direncanakan telah ikut merusak lingkungan dan
mengancam kelangsungan hidup banyak orang.
Dari
sini tampak bahwa perkembangan teknologi di bidang industri pun perlu
memperhatikan pengaturan terhadap lingkungan hidup manusia. Dalam
lingkungan tertentu penggunaan teknologi canggih oleh kelompok
masyarakat tertentu, juga bisa berakibat kelompok masyarakat yang lain
terkalahkan dalam persaingan. Lihat bagaimana penggunaan pukat harimau
oleh perusahaan besar telah menyingkirkan dan mematikan nelayan-nelayan
tradisional. Akibatnya penduduk tidak dapat hidup layak lagi. Maka
terjadi ketidakadilan yang berakibat menyengsarakan orang kecil.
Medis.
Kemajuan teknologi kedokteran sangat pesat, banyak peralatan medis yang
mutakhir ditemukan. Kecuali dampak yang positif, sudah tampak bahwa
peralatan yang modern itu juga membawa dampak negatif. Beberapa rumah
sakit yang mempunyai peralatan itu, sering secara mudah menganjurkan
pasien, termasuk yang secara ekonomi tak mampu, untuk menjalani diagnosa
dengan alat itu meski sebenarnya tidak perlu. Akibatnya mereka harus
membayar mahal. Bahkan ada beberapa dokter “memaksakan” tindakan operasi
dengan menggunakan peralatan yang canggih, hanya demi mengembalikan
investasi pembelian peralatan tersebut. Jadi tindakan yang dilakukan
terhadap pasien, tidak lagi didasarkan pada pertimbangan untuk membantu
pasien, tapi justru pada alatnya.
Dari
beberapa contoh di atas menjadi jelas bahwa kecuali dampak positif dari
kemajuan sains dan teknologi, juga terdapat banyak dampak negatifnya.
Maka kiranya diperlukan suatu aturan main, suatu pembatasan, suatu arah
bagi perkembangan teknologi, terutama dalam penggunaan hasil teknologi.
Langganan:
Postingan (Atom)



